IHSG Rabu 17 Februari 2026: Proyeksi Pasca Libur Imlek!

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Setelah libur panjang Tahun Baru Imlek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada hari pertama perdagangan.

Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG mengalami koreksi sebesar 53,08 poin atau 0,64% ke level 8.212,27 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kendati demikian, secara keseluruhan, IHSG masih mencatatkan kenaikan yang signifikan sebesar 3,49% dalam sepekan terakhir.

Ilham Fitriadi Budiarto, Technical Analyst RHB Sekuritas Indonesia, mengungkapkan bahwa penguatan IHSG pada minggu lalu salah satunya didorong oleh respons positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh MSCI.

“Kenaikan IHSG ini dipicu oleh respons cepat OJK dan BEI terhadap kebijakan MSCI beberapa minggu lalu terkait penambahan free float dan peningkatan transparansi,” jelas Ilham kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Berencana Stock Split, Akan Minta Restu Lewat RUPSLB

Menjelang momentum besar seperti Imlek dan Ramadan, IHSG pada hari Rabu (18/2) diprediksi akan bergerak cenderung konsolidasi.

Ilham memperkirakan pergerakan IHSG akan berada dalam rentang support 8.122 dan resistance 8.409 pada hari Rabu.

“Beberapa sektor, seperti konsumer dan saham-saham yang terkait dengan komoditas emas, masih menarik untuk diperhatikan,” tambahnya.

Sementara itu, Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), berpendapat bahwa pergerakan IHSG pada pekan pendek ini akan sangat dipengaruhi oleh sentimen fundamental dari rilis laporan keuangan tahun 2025.

“Secara umum, ini memberikan katalis positif, terutama bagi emiten yang menunjukkan pertumbuhan laba yang solid dan margin yang terjaga,” ungkap Hari dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (17/2/2026).

Pertamina Geothermal (PGEO) Siap Eksekusi Program MESOP dalam Tiga Tahap

Selain itu, pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada tanggal 19 Februari mendatang juga menjadi faktor kunci yang patut diperhatikan. Kebijakan ini berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring dengan ekspektasi stabilitas likuiditas dan peningkatan permintaan kredit.

Lebih lanjut, IHSG diperkirakan akan bergerak di antara level support 8.120 dan resistance 8.300 pada perdagangan esok hari.

“Selama level resistance tersebut belum berhasil ditembus, pergerakan IHSG cenderung akan sideways dengan volatilitas yang terbatas,” jelasnya.

Untuk perdagangan esok hari, Hari merekomendasikan pembelian saham BBTN, LPPF, dan HRUM dengan target harga masing-masing sebesar Rp 1.555 per saham, Rp 1.945 per saham, dan Rp 1.285 per saham.

Ringkasan

Setelah libur Imlek, IHSG diperkirakan akan konsolidasi. Penutupan terakhir menunjukkan koreksi, namun secara mingguan masih mencatatkan kenaikan signifikan. Sentimen positif dari respons OJK dan BEI terhadap kebijakan MSCI menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG sebelumnya.

Pergerakan IHSG diprediksi berada di rentang support 8.120-8.122 dan resistance 8.300-8.409. Sentimen fundamental dari rilis laporan keuangan 2025 dan pengumuman kebijakan suku bunga BI juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Beberapa saham direkomendasikan untuk dibeli, yaitu BBTN, LPPF, dan HRUM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *