IHSG Naik! Asing Jual Rp1T, Cek Rekomendasi Saham Kamis Ini

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,30% dan ditutup pada level 8.146 pada perdagangan hari Rabu (4 Februari 2026). Meskipun demikian, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai mencapai sekitar Rp1 triliun di seluruh pasar.

Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh performa positif sektor basic industry, terutama saham-saham yang bergerak di bidang komoditas mineral. Penguatan ini terjadi di tengah harapan pelaku pasar terhadap langkah-langkah konkret dari regulator untuk memulihkan kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa IHSG mampu bergerak positif meskipun masih ada tekanan jual dari investor asing. “IHSG ditutup menguat 0,30% ke level 8.146,72 meskipun masih terjadi net sell asing mencapai Rp1 triliun. Penguatan ini dipengaruhi oleh sektor basic industry, terutama komoditas mineral, serta antisipasi pasar terhadap upaya regulator dalam mengembalikan kepercayaan investor global,” ungkap Audi kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).

Menurut Audi, meningkatnya harga saham-saham komoditas mencerminkan respons positif pasar terhadap tren kenaikan harga mineral dunia. Hal ini menjadi katalis positif bagi emiten-emiten yang bergerak di sektor tersebut, mendorong kinerja mereka di bursa.

Menjelang perdagangan hari Kamis (5 Februari 2026), Audi memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Ia memproyeksikan level support berada di 7.970 dan level resistance di 8.340. Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal kenaikan setelah keluar dari zona oversold.

“IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat, seiring indikator RSI yang mulai naik pasca keluar dari area oversold,” imbuh Audi, menggarisbawahi potensi penguatan indeks.

Dari sisi sentimen makroekonomi, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada pengumuman data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk keseluruhan tahun 2025. Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5% secara tahunan. Apabila data yang dirilis melampaui ekspektasi, pasar berpotensi merespons secara positif, memberikan dorongan lebih lanjut bagi IHSG.

Selain itu, pergerakan saham-saham berbasis komoditas diperkirakan masih akan mendominasi dinamika perdagangan, seiring dengan tren kenaikan harga mineral global. Harga emas terpantau kembali menguat dan berada di atas level US$5.000 per troy ounce, sementara harga perak berada di kisaran US$89 per troy ounce.

Sebagai strategi perdagangan, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham BMRI dengan strategi trading buy di area support Rp4.820 dan resistance Rp5.250. Selain itu, saham AMMN juga direkomendasikan dengan strategi speculative buy di kisaran support Rp7.000 dan resistance Rp8.400.

Ringkasan

Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, IHSG ditutup menguat 0,30% di level 8.146 meskipun terjadi aksi jual bersih oleh investor asing sebesar Rp1 triliun. Penguatan ini didorong oleh sektor basic industry, khususnya saham komoditas mineral, serta harapan pasar terhadap upaya regulator memulihkan kepercayaan investor global.

Untuk perdagangan hari Kamis, 5 Februari 2026, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, dengan level support di 7.970 dan resistance di 8.340. Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham BMRI dengan strategi trading buy dan AMMN dengan strategi speculative buy. Pelaku pasar juga menantikan pengumuman data PDB Indonesia 2025 dan pergerakan saham berbasis komoditas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *