
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri tren positifnya, menutup perdagangan di zona merah setelah sempat mengalami reli impresif sejak awal Januari 2026. Penurunan ini terjadi pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2025).
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tergelincir tipis sebesar 0,22% atau setara 19,34 poin, sehingga parkir di level 8.925,47. Penurunan ini menandai koreksi pertama setelah serangkaian kenaikan.
Pelemahan IHSG ini tidak lepas dari tekanan yang dialami oleh sebagian besar sektor. Tercatat, enam indeks sektoral ditutup di zona negatif. Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 3,22%, diikuti oleh teknologi sebesar 1,10%, barang konsumer non primer 0,090%, keuangan 0,45%, perindustrian 0,9%, dan kesehatan 0,14%.
Di sisi lain, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan penguatan. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,75%, disusul oleh properti dan real estat yang menguat 1,50%, infrastruktur 1,43%, barang konsumer primer 0,60%, serta energi 0,49%.
Aktivitas perdagangan di BEI pada hari Kamis itu cukup ramai, dengan total volume transaksi mencapai 54,78 miliar saham dan nilai transaksi fantastis sebesar Rp 28,45 triliun. Meskipun demikian, sentimen negatif terlihat jelas di mana 370 saham mengalami penurunan, lebih banyak dibandingkan 302 saham yang berhasil menguat, sementara 138 saham lainnya stagnan.
Menariknya, di tengah koreksi IHSG, investor asing justru membukukan net buy yang sangat signifikan, mencapai Rp 950,23 miliar di seluruh pasar. Angka ini menunjukkan minat beli asing yang kuat secara keseluruhan. Namun, perlu dicermati bahwa meskipun secara agregat terjadi net buy, investor asing juga terpantau melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham pilihan saat IHSG mengalami tekanan pada hari Kamis tersebut.
Sorotan Terkait:
Asing Net Buy Rp 950 Miliar, Cermati Saham yang Banyak Diborong, Kamis (8/1)
Intip Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Sentuh Level ATH Baru Lagi, Rabu (7/1)
Adapun daftar 10 saham dengan net sell terbesar yang dilepas investor asing pada perdagangan Kamis (8/1) adalah sebagai berikut:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 648,48 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 385,15 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 253,64 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 140,86 miliar
- PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG): Rp 89,92 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 77,13 miliar
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Rp 46,26 miliar
- PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO): Rp 32,57 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp 25,91 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 25,14 miliar
Grafik pergerakan harga saham BMRI. (Sumber: TradingView)
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri tren positifnya, ditutup melemah 0,22% ke level 8.925,47 pada perdagangan Kamis (8/1/2025). Penurunan ini menyebabkan enam sektor melemah, dengan sektor barang baku terkoreksi paling dalam. Meskipun demikian, investor asing secara keseluruhan membukukan net buy signifikan sebesar Rp 950,23 miliar.
Di tengah net buy asing agregat tersebut, investor asing juga melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham pilihan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham dengan net sell terbesar mencapai Rp 648,48 miliar. Diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebagai bagian dari sepuluh saham yang paling banyak dilepas asing.