KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang dinamis di sesi awal perdagangan hari Jumat (17/4/2026). Sentimen pasar bercampur antara kekhawatiran akibat pelemahan bursa Asia dan harapan akan meredanya ketegangan geopolitik global.
Pada pukul 09.16 WIB, data RTI mencatat IHSG menguat tipis sebesar 0,16% atau 12,538 poin, mencapai level 7.633,920.
Pergerakan pasar pagi ini diwarnai dengan 276 saham yang mengalami kenaikan, berbanding 263 saham yang melemah, serta 178 saham yang stagnan. Total volume transaksi tercatat mencapai 6 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 2 triliun.
Penguatan IHSG di sesi awal ini didorong oleh kinerja positif tujuh indeks sektoral. Sektor teknologi (IDX Technology) menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,84%, diikuti oleh sektor transportasi (IDX Transportation) yang naik 0,65%, dan sektor industri dasar (IDX Basic Industry) dengan kenaikan 0,52%.
Berikut adalah daftar saham-saham yang menjadi *top gainers* di indeks LQ45:
* PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 5,52% ke Rp 306
* PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 2,74% ke Rp 11.250
* PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 2,14% ke Rp 1.195
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) di indeks LQ45 adalah:
* PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,23% ke Rp 4.010
* PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 1,22% ke Rp 3.240
* PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun 1,12% ke Rp 1.320
Bursa Asia Tertekan, Harga Minyak Ikut Melemah
Kondisi bursa saham di kawasan Asia cenderung melemah, mengikuti tekanan yang terjadi di pasar global. Meskipun demikian, secara mingguan, bursa Asia masih mencatatkan tren penguatan yang cukup solid.
Mengutip laporan Reuters, indeks MSCI yang meliputi saham-saham di kawasan Asia Pasifik (di luar Jepang) mengalami penurunan sebesar 0,6%. Namun, indeks ini masih berada di dekat level tertinggi sejak tanggal 2 Maret, yang merupakan hari perdagangan pertama setelah konflik di Iran mencuat.
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pasifik (di luar Jepang) telah naik 14,5% sepanjang bulan April, setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 13,5% di bulan Maret. Indeks Nikkei Jepang juga mengalami penurunan sebesar 0,9% di awal perdagangan, setelah mencetak rekor tertinggi pada hari Kamis. Sebagian besar pasar saham kini telah kembali ke level sebelum pecahnya konflik di akhir Februari.
Sentimen pasar saat ini masih dipengaruhi oleh optimisme terkait potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Adanya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, serta peluang pertemuan lanjutan antara perwakilan Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan harapan bahwa risiko geopolitik global dapat mereda.
Ringkasan
Pada awal perdagangan hari Jumat (17/4/2026), IHSG dibuka menguat tipis sebesar 0,16% atau 12,538 poin, mencapai level 7.633,920. Penguatan ini didorong oleh kinerja positif tujuh indeks sektoral, dengan sektor teknologi memimpin. Aktivitas perdagangan mencatatkan 276 saham naik dan 263 saham turun.
Meskipun bursa Asia secara umum tertekan mengikuti pasar global, sentimen pasar dipengaruhi oleh harapan meredanya ketegangan geopolitik. Optimisme terkait potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah dan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berkontribusi pada sentimen positif.