Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan pertama pada hari Rabu (18 Februari 2026), mengikuti tren positif yang terjadi di bursa regional.
Data dari RTI menunjukkan bahwa IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,89% atau 7,2,815 poin, mencapai level 8.285,087. Tercatat sebanyak 445 saham mengalami peningkatan, sementara 218 saham mengalami penurunan, dan 148 saham berada dalam posisi stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 31,5 miliar saham dengan nilai transaksi yang fantastis, yaitu Rp 13,3 triliun.
Penguatan IHSG pada sesi pagi ini didukung oleh sepuluh indeks sektoral. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX-Trans (3,17%), diikuti oleh IDX-Cyclic (2,55%), dan IDX-Energy (1,79%).
Aneka Tambang (ANTM) Resmi Berstatus Persero Penuh! Ini Dampak Hukumnya
Berikut adalah daftar saham yang menjadi top gainers di LQ45:
* PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) melonjak 8,97% ke harga Rp 790
* PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik signifikan sebesar 5,95% ke harga Rp 980
* PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 3,92% ke harga Rp 318
Sementara itu, saham-saham yang menjadi top losers di LQ45 adalah:
* PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengalami penurunan sebesar 3,58% ke harga Rp 90.950
* PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 2,65% ke harga Rp 7.350
* PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 2,33% ke harga Rp 2.940
RMK Energy (RMKE) Sisakan Dana Buyback Rp 190 Miliar, Saham Melejit
MBMA Chart by TradingView
Bursa Asia Menguat di Tengah Kekhawatiran AI, Minyak Berfluktuasi
Bursa saham Asia menunjukkan performa yang menggembirakan pada hari Rabu, meskipun kekhawatiran terkait perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) masih membayangi pasar global. Di sisi lain, harga minyak mentah mengalami fluktuasi setelah Iran mengumumkan adanya kemajuan dalam negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS).
Dolar Selandia Baru mengalami pelemahan setelah bank sentral mengindikasikan bahwa kebijakan moneter perlu tetap akomodatif guna mendukung pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Jepang Pimpin Penguatan
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, mencatat kenaikan sebesar 1,4%, mengakhiri tren penurunan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Di Australia, S&P/ASX 200 juga menunjukkan penguatan sebesar 0,5%.
Perlu dicatat bahwa pasar saham di China daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup karena adanya libur Tahun Baru Imlek.
Merdeka Gold Resources (EMAS) Lakukan Penuangan Emas Perdana dari Tambang Pani
Kontrak berjangka saham Eropa mengindikasikan potensi pembukaan yang sedikit lebih tinggi. Sementara itu, futures saham AS juga bergerak positif, dengan kontrak S&P 500 e-mini naik tipis sebesar 0,06%.
Sentimen di Asia ini mengikuti sesi yang relatif tenang di Wall Street pada hari Selasa, di mana para investor masih mencerna prospek ledakan investasi di bidang AI.
Ketidakpastian AI dan Imbal Hasil Obligasi
Para analis berpendapat bahwa ketidakpastian yang menyelimuti perkembangan AI masih menjadi sumber volatilitas di pasar, terutama dalam menentukan perusahaan mana yang akan menjadi pemimpin di sektor ini, serta dampaknya terhadap sektor-sektor lain dan pasar tenaga kerja secara keseluruhan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mengalami kenaikan sebesar 1,7 basis poin menjadi 4,07%, sementara obligasi 30 tahun naik ke level 4,70%.
Bursa Asia Menguat di Tengah Kekhawatiran AI pada Perdagangan Rabu (18/2)
Minyak dan Emas Bergerak
Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mengalami kenaikan sekitar 0,2%–0,3%, masing-masing menjadi US$67,60 dan US$62,51 per barel. Sebelumnya, harga minyak ditutup pada level terendah dalam lebih dari dua pekan.
Kenaikan ini terjadi setelah pembicaraan di Jenewa menghasilkan pemahaman awal antara Teheran dan Washington mengenai prinsip-prinsip utama penyelesaian sengketa nuklir.
Perkembangan positif ini meredakan kekhawatiran akan terjadinya konflik militer di sekitar Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.
Emas berbalik menguat sebesar 1% menjadi sekitar US$4.926 per ons, sementara perak melonjak 2,15% ke sekitar US$74,94 per ons troi.
Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik tipis menjadi 97,22 pada perdagangan Asia.
Ringkasan
IHSG menguat pada sesi pertama perdagangan Rabu, naik 0,89% ke level 8.285,087 dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,3 triliun. Penguatan ini didukung oleh mayoritas sektor, dipimpin oleh IDX-Trans, IDX-Cyclic, dan IDX-Energy. Saham MBMA, EMTK, dan SCMA menjadi top gainers di LQ45, sementara DSSA, AMMN, dan SMGR menjadi top losers.
Bursa Asia juga menunjukkan penguatan di tengah kekhawatiran terkait AI. Nikkei 225 Jepang memimpin kenaikan. Harga minyak mentah berfluktuasi setelah adanya kemajuan dalam negosiasi nuklir Iran-AS, sementara harga emas dan perak mengalami kenaikan. Indeks dolar AS juga mengalami kenaikan tipis.