IHSG Menguat Senin? Cek Sentimen Global & Domestik!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menunjukkan pergerakan konsolidatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026. Optimisme pasar ini ditopang oleh kombinasi dinamika global serta fundamental ekonomi domestik yang tetap solid.

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, mencermati adanya rotasi sektor yang signifikan di bursa Amerika Serikat (AS). Investor kini terlihat lebih rasional, mengalihkan fokus ke saham-saham kecerdasan buatan (AI) yang telah berhasil memonetisasi potensi mereka, sementara pada saat yang sama mengurangi kepemilikan pada saham yang dinilai kurang kompetitif. “Tampaknya, investor mulai rasional dan memilih saham yang sudah dapat monetisasi potensinya,” jelas Hans kepada Kontan, Minggu, 11 Januari 2026. Selain itu, pergeseran minat juga terlihat dari saham growth ke saham value, disertai pengurangan eksposur pada saham berkapitalisasi kecil.

Dari sisi kebijakan moneter, rilis data nonfarm payrolls di Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan sempat mengindikasikan perlambatan ekonomi. Namun, penurunan tingkat pengangguran berhasil menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve tetap berada di kisaran dua kali sepanjang tahun 2026. Meskipun demikian, bank sentral AS diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan Januari ini.

Hans Kwee turut menyoroti bahwa ketegangan geopolitik global masih menjadi bayang-bayang risiko yang patut diwaspadai pasar. Berbagai isu, mulai dari demonstrasi di Iran, berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina, hingga insiden penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, berpotensi memicu peningkatan volatilitas di pasar saham global dan gejolak harga minyak dunia.

Berbeda dengan dinamika global, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang luar biasa hingga akhir tahun 2025. Aktivitas manufaktur yang terus ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang konsisten mencatatkan surplus, menjadi pilar utama yang menopang optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi yang kuat di tahun 2026. Kondisi makroekonomi domestik yang stabil ini tentu menjadi sentimen positif yang kuat bagi pergerakan pasar saham tanah air.

Ke depan, pelaku pasar akan memusatkan perhatian pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi konsumen dan produsen, serta penjualan ritel, yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar global maupun domestik. Secara teknikal, Hans Kwee memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026, akan bergerak di area support antara 8.900 hingga 8.732, sementara level resistance diprediksi berada di kisaran 9.002 hingga 9.050.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menunjukkan pergerakan konsolidatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026. Optimisme ini ditopang oleh dinamika global dan fundamental domestik yang solid. Pasar Amerika Serikat mengalami rotasi sektor signifikan ke saham AI yang berhasil monetisasi potensinya, meskipun ketegangan geopolitik global tetap menjadi risiko. Data nonfarm payrolls AS yang lebih rendah dari perkiraan tetap menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Di sisi domestik, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa hingga akhir 2025, dengan aktivitas manufaktur ekspansif, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan surplus. Kondisi makroekonomi stabil ini menjadi sentimen positif kuat bagi pasar saham. Pelaku pasar akan menanti rilis data ekonomi penting AS seperti inflasi dan penjualan ritel. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak di area support 8.900-8.732 dan resistance 9.002-9.050.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *