KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini di zona merah.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi tipis 2,31 poin atau 0,02% ke level 8.271,76 pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026).
Namun, untuk pekan terakhir Februari 2026, para analis memproyeksikan indeks akan bergerak naik.
Head of Research NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, memprediksi IHSG berpotensi menguat pada perdagangan Senin (23/2/2026). Ia menyebutkan level *support* IHSG berada di 8.176, sementara level *resistance* berada di rentang 8.379-8.474.
IHSG Berpeluang Menguat pada Perdagangan Kamis (18/2), Cek Saham Rekomendasi Analis
Lebih lanjut, Ezaridho menjelaskan bahwa perhatian pelaku pasar ke depan akan tertuju pada keputusan terbaru Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS) yang membatalkan tarif Trump.
Menurutnya, perkembangan ini dapat kembali membangkitkan sentimen positif terhadap Indonesia, setelah sebelumnya sempat tertekan oleh polemik MSCI dan Moody’s pada kuartal pertama 2026.
“Prospek pasar saham Indonesia memang terlihat lebih cerah. Akan tetapi, pelaku usaha domestik juga berpotensi menghadapi persaingan yang lebih ketat dari perusahaan Amerika Serikat (AS) yang mendapatkan pengecualian dari berbagai regulasi di Indonesia,” ungkap Ezaridho dalam risetnya, Minggu (22/2/2026).
Pengecualian tersebut, termasuk terhadap aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), berpotensi memicu tuntutan perlakuan yang setara bagi pelaku usaha lokal, terutama jika regulasi yang kompleks menghambat pertumbuhan wirausaha baru.
Momentum Mudik Dongkrak Saham Komponen Otomotif, Cek Saham Rekomendasi Analis
Di tengah tren pelemahan rupiah, muncul pula skenario alternatif di mana sejumlah perusahaan manufaktur mempertimbangkan relokasi ke Amerika Serikat untuk memanfaatkan pembebasan regulasi, tarif 0%, serta penerimaan pendapatan dalam mata uang dolar AS yang kuat.
Namun, kesepakatan dagang antara AS dan Indonesia tetap memberikan sentimen positif yang dapat membalikkan tren arus keluar modal dari Indonesia.
“Kami berpandangan bahwa ketika kesepakatan ini mulai berlaku, regulasi domestik kemungkinan akan beradaptasi terhadap meningkatnya persaingan dalam lanskap bisnis Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan level *support* IHSG untuk perdagangan Senin (23/2/2026) berada di 8.210 dan 8.171, sedangkan level *resistance* berada di posisi 8.376 dan 8.408.
Proyeksi IHSG di Tengah Sentimen Kebijakan Bank Sentral dan Saham Rekomendasi Analis
Nafan menambahkan bahwa investor dan pelaku pasar akan terus mencermati kelanjutan sentimen antara MSCI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait reformasi pasar modal, khususnya yang menyangkut transparansi kepemilikan saham dan dinamika *free float*.
“Ini memungkinkan investor asing dapat melakukan akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar,” kata Nafan kepada Kontan, Minggu (22/2/2026).
Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Nafan menilai terdapat kesepakatan yang saling menguntungkan, di mana Indonesia memperoleh fasilitas tarif 0% untuk sekitar 1.800 produk ekspor ke AS.
Kebijakan ini dinilai dapat memberikan dorongan bagi produk unggulan nasional seperti logam mineral, manufaktur, kayu, hingga furnitur.
Selain itu, apresiasi harga komoditas emas juga menjadi sentimen positif karena berpotensi mendukung kinerja emiten-emiten terkait.
IHSG Berpeluang Rebound ke 8.500? Cermati Saham Pilihan Analis Berikut
Pasar juga masih akan dibayangi sejumlah katalis lain, mulai dari rilis laporan keuangan, momentum Ramadan dan Lebaran, hingga musim pembagian dividen yang kerap menjadi perhatian investor.
Dari sisi rekomendasi saham, Ezaridho menyarankan investor untuk mencermati saham-saham sektor logistik perkapalan, antara lain PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan target harga Rp 500, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan target harga Rp 800, dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) pada target harga Rp 1.110 per saham.
Ringkasan
IHSG ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat, namun analis memproyeksikan adanya potensi penguatan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Faktor-faktor yang diperhatikan meliputi keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Trump dan dampaknya terhadap sentimen pasar Indonesia, serta kelanjutan sentimen antara MSCI dengan otoritas pasar modal terkait reformasi pasar.
Analis merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham sektor logistik perkapalan seperti SMDR, BULL, dan SOCI. Selain itu, investor juga disarankan untuk mencermati perkembangan hubungan bilateral AS-Indonesia, apresiasi harga komoditas emas, rilis laporan keuangan, momentum Ramadan dan Lebaran, serta musim pembagian dividen.