Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang solid dengan bergerak di zona hijau pada sesi perdagangan pertama hari Jumat (17 April 2026). Kabar baik ini datang meskipun bursa regional secara umum mengalami pelemahan.
Data dari RTI menunjukkan bahwa IHSG berhasil naik 0,20% atau setara dengan 15,505 poin, mencapai level 7.636,887. Aktivitas perdagangan selama sesi ini cukup ramai, dengan 331 saham mengalami kenaikan, 291 saham mengalami penurunan, dan 194 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 23,9 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,2 triliun.
Sektor-sektor yang menjadi motor penggerak IHSG didominasi oleh sektor-sektor unggulan. Tercatat delapan indeks sektoral berada di zona positif, dengan tiga sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi. Sektor IDX-Trans memimpin dengan kenaikan sebesar 1,80%, diikuti oleh IDX-Techno sebesar 1,03%, dan IDX-Basic sebesar 0,90%.
Beberapa saham yang masuk dalam kategori top gainers LQ45, antara lain:
* PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), yang melonjak 6,21% ke harga Rp 308.
* PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang naik 4,27% menjadi Rp 1.220.
* PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang menguat 3,42% ke level Rp 11.325.
Di sisi lain, beberapa saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) dalam indeks LQ45 adalah:
* PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), turun 2,13% menjadi Rp 3.210.
* PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), terkoreksi 1,58% ke level Rp 3.110.
* PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), turun tipis 1,50% ke harga Rp 1.315.
Sementara itu, dari sisi eksternal, sentimen global cenderung kurang menggembirakan. Mengutip laporan Reuters, indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang (MSCI) mengalami penurunan sekitar 0,8%. Penurunan ini diindikasikan sebagai aksi ambil untung oleh investor setelah mengalami reli yang kuat sepanjang bulan April.
Meskipun demikian, indeks MSCI tersebut masih berada di dekat level tertinggi sejak awal Maret dan telah mencatatkan kenaikan signifikan, sekitar 14,5% sepanjang bulan ini. Kinerja ini merupakan pemulihan setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam sebesar 13,5% pada bulan Maret, yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan konflik Iran.
Di Jepang, indeks Nikkei juga mengalami pelemahan sekitar 1% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi dalam perdagangan sebelumnya.
Secara keseluruhan, pasar saham global secara umum telah kembali ke level sebelum konflik yang terjadi pada akhir Februari. Hal ini mencerminkan adanya optimisme di kalangan investor terhadap prospek meredanya ketegangan geopolitik yang sempat mencemaskan pasar.
Ringkasan
Pada sesi perdagangan pertama hari Jumat (17 April 2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,20% atau 15,505 poin ke level 7.636,887, meskipun bursa regional melemah. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan sektor IDX-Trans, IDX-Techno, dan IDX-Basic menjadi pendorong utama kenaikan.
Saham SCMA, NCKL, dan AADI tercatat sebagai *top gainers* dalam indeks LQ45, sementara DSSA, EXCL, dan BBTN menjadi *top losers*. Sentimen global kurang menggembirakan dengan indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan, meskipun masih berada di dekat level tertinggi sejak awal Maret.