Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan sejarah baru pada Selasa (6/1) dengan mencapai rekor tertinggi, ditutup menguat signifikan di level 8.933,6. Penguatan impresif ini, yang mencapai 0,84% atau setara dengan 74,41 poin, mencerminkan optimisme pasar yang membara.
Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa lonjakan IHSG kali ini utamanya digerakkan oleh aksi beli agresif dari para investor. Sentimen positif ini secara khusus didominasi oleh kinerja cemerlang sektor barang baku, terutama emiten-emiten nikel yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas global.
Di sisi lain, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memberikan perspektif yang lebih hati-hati. Meskipun mengakui potensi penguatan IHSG yang berlanjut, Audi mengindikasikan bahwa laju kenaikannya mungkin mulai terbatas. Hal ini disebabkan oleh masuknya indeks saham ke area overbought serta penurunan volume transaksi dibandingkan hari sebelumnya, yang bisa menjadi sinyal konsolidasi.
IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Cermati Saham Rekomendasi Analis
Untuk perdagangan Rabu (7/1), Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 8.905 dan resistance 8.946. Sentimen pasar modal, menurut Audi, masih kuat didorong oleh kenaikan harga komoditas global seperti nikel dan emas, yang memberikan dorongan signifikan bagi sektor terkait. Ia menambahkan, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas, berpotensi menguji level support 8.850 hingga menembus resistance 9.000.
Beberapa faktor kunci lain yang turut menopang performa impresif IHSG meliputi penguatan emiten barang baku pasca penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat. Selain itu, kenaikan saham–saham lapis kedua (second liner) yang diakibatkan oleh berbagai aksi korporasi dan wacana perubahan kebijakan, termasuk di sektor perbankan terkait Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I, turut menyumbang energi positif bagi indeks saham.

Terkait strategi investasi dan pilihan saham, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas merekomendasikan tiga saham menarik. Investor disarankan untuk mencermati FAST dengan target harga antara Rp 700 hingga Rp 740, PTBA dengan target Rp 2.410 sampai Rp 2.450, dan TINS yang diproyeksikan mencapai Rp 3.510 hingga Rp 3.760.
IHSG Diprediksi Menguat di Perdagangan Hari Pertama 2026, Cek Saham Pilihan Analis
Sementara itu, Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas Indonesia juga membagikan daftar rekomendasi saham-nya. Ia merekomendasikan “trading buy” untuk ANTM, dengan level support Rp 3.280 dan resistance Rp 3.660. Saham RAJA juga direkomendasikan “trading buy” dengan support Rp 6.825 dan resistance Rp 8.700. Untuk strategi jangka pendek yang lebih spekulatif (“speculative buy“), Audi menyoroti BBCA, dengan level support di Rp 7.900 dan resistance di Rp 8.650.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi pada Selasa (6/1) dengan ditutup menguat 0,84% di level 8.933,6. Penguatan ini didorong aksi beli investor, terutama pada sektor barang baku dan emiten nikel, seiring kenaikan harga komoditas global. Meskipun demikian, ada indikasi laju kenaikan mungkin terbatas karena IHSG memasuki area overbought dan penurunan volume transaksi.
Untuk perdagangan Rabu (7/1), IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas, didukung sentimen positif dari harga komoditas global seperti nikel dan emas, berpotensi menguji level 9.000. Analis merekomendasikan saham-saham seperti FAST, PTBA, dan TINS dari MNC Sekuritas. Sementara itu, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan “trading buy” untuk ANTM dan RAJA, serta “speculative buy” untuk BBCA.