Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,3% dan ditutup pada level 8.146,72 pada hari Rabu, 4 Februari 2026. Kinerja positif ini didukung oleh sektor perbankan dengan kapitalisasi besar serta sektor *basic materials*, yang sejalan dengan tren *rebound* harga emas dan perak.
Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa penguatan IHSG ini selaras dengan sentimen positif yang berasal dari pergerakan harga komoditas dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. “Penguatan didorong saham perbankan *big caps*, sektor *basic materials*, penguatan rupiah, serta harga emas yang masih melanjutkan kenaikan,” ujarnya.
Untuk sesi perdagangan hari Kamis, 5 Februari 2026, Herditya memproyeksikan IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan, meskipun terbatas. Ia menetapkan area *support* di level 8.007 dan *resistance* di level 8.241. Pasar saat ini tengah menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan secara konsensus berada di kisaran 5%.
Dalam jangka pendek, Herditya memberikan rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati, yaitu ADRO (dengan rentang harga Rp 2.310–Rp 2.420), BRMS (Rp 1.095–Rp 1.165), serta TKIM (Rp 7.175–Rp 7.425).
Senada dengan pandangan tersebut, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai bahwa secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal *rebound* lanjutan. Indikasi ini terlihat dari histogram negatif MACD yang semakin mengecil dan stochastic RSI yang bertahan di area *oversold*. “Berlanjutnya *rebound* harga emas dan perak menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks,” jelasnya.
Alrich memperkirakan bahwa IHSG berpotensi menguji level 8.200 pada perdagangan Kamis (5/2), dengan titik *pivot* di 8.180, level *resistance* di 8.400, dan *support* di kisaran 7.950.
Dari sisi eksternal, investor juga memberikan perhatian khusus pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025, yang diperkirakan mengalami perlambatan ke sekitar 5% secara tahunan. Selain itu, pasar juga menantikan data penjualan ritel kawasan Euro untuk bulan Desember 2025, serta hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) yang secara luas diantisipasi akan mempertahankan suku bunga acuan mereka.
Untuk rekomendasi saham pilihan pada hari Kamis (5/2), Phintraco Sekuritas merekomendasikan INCO, INDY, MEDC, BRIS, dan BTPS.
Ringkasan
IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,3% pada Rabu, 4 Februari 2026, didukung oleh sektor perbankan dan basic materials, seiring dengan rebound harga emas dan perak. Analis memproyeksikan potensi penguatan lanjutan untuk IHSG pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan level support dan resistance yang telah ditetapkan, serta menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Beberapa saham direkomendasikan oleh analis untuk dicermati, di antaranya ADRO, BRMS, dan TKIM oleh MNC Sekuritas, serta INCO, INDY, MEDC, BRIS, dan BTPS oleh Phintraco Sekuritas. Selain data ekonomi domestik, pasar juga memperhatikan data penjualan ritel kawasan Euro dan hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE).