IHSG Menguat! Analis Ungkap Strategi Investasi di Fase Konsolidasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Meskipun demikian, para analis mengingatkan bahwa penguatan ini belum sepenuhnya menandakan perubahan tren yang berkelanjutan.

Hendra Wardana, seorang analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, berpendapat bahwa kenaikan IHSG sebesar 1,2% ke level 7.106,84 lebih disebabkan oleh kombinasi antara rebound teknikal dan mulai meredanya tekanan sentimen global.

“Pelaku pasar mulai melakukan akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam, seiring dengan mulai tenangnya sentimen global,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).

Penguatan ini, lanjut Hendra, relatif merata di berbagai sektor, khususnya transportasi, barang baku, dan infrastruktur. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran minat investor menuju saham-saham yang bersifat siklikal.

Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan kembalinya aliran dana asing turut memberikan dorongan positif bagi pergerakan indeks.

“Walaupun masih terbatas, net buy asing menjadi pertanda awal bahwa tekanan jual mulai mereda dan pasar berpotensi memasuki fase bottoming dalam jangka pendek,” jelasnya.

Namun, Hendra menekankan bahwa IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi, dengan kecenderungan bergerak sideways atau menguat terbatas.

“Penguatan ini belum bisa dianggap sebagai konfirmasi perubahan tren menjadi bullish, karena pasar masih menunggu kepastian terkait arah kebijakan suku bunga The Fed,” tambahnya.

Ia memprediksi bahwa setelah libur panjang, arah pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada sentimen global. Jika bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal yang lebih dovish, IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

“IHSG berpeluang menguji kisaran 7.200-7.350 jika sentimen global membaik. Namun, jika tekanan eksternal kembali meningkat, indeks dapat kembali menguji area support di 6.900-7.000,” imbuhnya.

Dari sisi domestik, terdapat beberapa katalis yang berpotensi menopang pasar, di antaranya adalah aksi buyback saham oleh emiten dan potensi kehadiran Danantara sebagai penyedia likuiditas.

Menurut Hendra, aksi buyback mencerminkan keyakinan manajemen terhadap valuasi saham yang dianggap menarik, sekaligus upaya untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Sementara itu, kehadiran Danantara sebagai liquidity provider diharapkan dapat meningkatkan kedalaman pasar dan meredam volatilitas, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi besar.

“Namun, dampaknya cenderung bersifat stabilisasi jangka pendek dan belum cukup kuat untuk mengubah tren pasar secara keseluruhan,” ujarnya.

Dalam kondisi pasar yang seperti ini, Hendra menyarankan investor untuk tetap selektif dan mengedepankan strategi berbasis momentum.

Ia merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, antara lain PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dengan target harga Rp1.800, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target Rp2.000, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebagai speculative buy dengan target Rp2.260.

Selain itu, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga dinilai menarik untuk trading jangka pendek dengan target harga Rp320.

“Pendekatan terbaik saat ini adalah accumulate on weakness dan trading buy pada saham yang memiliki katalis jelas, dengan tetap memperhatikan risiko eksternal,” pungkasnya.

Ringkasan

IHSG ditutup menguat pada Selasa, 17 Maret 2026, namun analis mengingatkan bahwa penguatan ini belum tentu menandakan perubahan tren berkelanjutan. Kenaikan IHSG sebesar 1,2% ke level 7.106,84 didorong oleh rebound teknikal dan meredanya sentimen global, dengan penguatan merata di sektor transportasi, barang baku, dan infrastruktur.

Saat ini IHSG masih dalam fase konsolidasi dan pergerakannya akan dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kebijakan suku bunga The Fed. Analis menyarankan investor untuk selektif dan menggunakan strategi momentum, merekomendasikan saham seperti SRTG, MEDC, PGAS (speculative buy), dan SCMA untuk trading jangka pendek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *