IHSG menguat 1,09 persen ke 6.195, rupiah tertahan Rp 17.839 per dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengukuhkan tren penguatan hingga akhir perdagangan sesi II pada Selasa (2/6), menutup hari di zona hijau yang positif. Penguatan ini, berdasarkan data yang diungkapkan oleh Stockbit, terjadi di tengah dinamika pergerakan bursa regional Asia yang cenderung variatif, menunjukkan resiliensi pasar domestik.

Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat menguat signifikan sebesar 68,05 poin atau setara 1,096 persen, membawa indeks ke level 6.195,427. Senada dengan kinerja positif tersebut, indeks saham unggulan LQ45 juga turut melesat, naik 1,316 persen, mengakhiri hari di posisi 619,275. Performa ini mengindikasikan sentimen optimisme yang cukup kuat di kalangan investor.

Aktivitas perdagangan hari itu terbilang sangat aktif, dengan total nilai transaksi bursa yang mencapai angka impresif Rp 24,74 triliun. Volume saham yang diperdagangkan juga mencatat rekor tinggi, yakni sebanyak 30,68 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 2,56 juta kali. Angka-angka ini mencerminkan tingginya minat dan partisipasi investor dalam bursa saham domestik.

Beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan masuk dalam daftar Top Gainers pada perdagangan ini:

  • BEER (Jobubu Jarum Minahasa) melonjak 29 poin (34,94 persen) menuju 112

  • NZIA (Nusantara Almazia) menguat 46 poin (34,85 persen) ke 178

  • KUAS (Ace Oldfields) naik 31 poin (34,07 persen) ke 122

  • DSSA (Dian Swastatika Sentosa) melesat 123 poin (25,00 persen) menjadi 615

  • BREN (Barito Renewables Energy) menguat tajam 820 poin (24,85 persen) ke 4.120

Namun, di sisi lain, beberapa saham juga mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dan masuk dalam daftar Top Losers:

  • TRUE (Triniti Dinamik) terkoreksi 15 poin (15,00 persen) ke 85

  • ELPI (Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari) turun 260 poin (14,81 persen) ke 1.495

  • APIC (Pacific Strategic Financial) melemah 145 poin (14,80 persen) ke 835

  • KJEN (Krida Jaringan Nusantara) anjlok 31 poin (14,62 persen) ke 181

  • EPAC (Megalestari Epack Sentosaraya) merosot 9 poin (12,68 persen) ke 62

Adapun daftar saham dengan nilai transaksi tertinggi yang menjadi fokus utama investor hari itu, atau Top Value, adalah sebagai berikut:

  • TPIA (Chandra Asri Pacific) dengan nilai transaksi Rp 4,09 triliun

  • BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp 2,00 triliun

  • BRPT (Barito Pacific) senilai Rp 1,98 triliun

  • AMMN (Amman Mineral Internasional) senilai Rp 1,62 triliun

  • BREN (Barito Renewables Energy) senilai Rp 1,20 triliun

Sementara itu, saham-saham berikut mencatat volume perdagangan tertinggi, mengindikasikan tingkat likuiditas yang sangat tinggi dan masuk dalam kategori Top Volume:

  • BUMI (Bumi Resources) diperdagangkan sebanyak 26,62 juta lembar

  • TPIA (Chandra Asri Pacific) dengan 21,39 juta lembar

  • ASPR (Asia Pramulia) sebanyak 13,67 juta lembar

  • BNBR (Bakrie & Brothers) dengan 11,93 juta lembar

  • BRPT (Barito Pacific) sebanyak 9,84 juta lembar

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terpantau mengalami pelemahan. Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup turun 34 poin atau 0,19 persen, mengakhiri perdagangan di level Rp 17.839 terhadap dolar AS.

Pergerakan bursa di kawasan Asia pada hari itu memang menunjukkan gambaran yang bervariasi, sebagaimana data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,30 persen, menutup perdagangan di level 66.734,24

  • Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat signifikan 2,52 persen, mencapai 26.038,32

  • Indeks SSE Composite di China naik 0,43 persen ke level 4.075,10

  • Indeks Straits Times di Singapura menguat 1,06 persen, parkir di posisi 5.091,27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *