Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan akhir pekan di zona positif, membalikkan koreksi yang terjadi pada hari sebelumnya. Pencapaian ini memberikan sentimen optimisme bagi pasar modal Indonesia.
Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun via RTI, IHSG terpantau menguat tipis sebesar 0,12%. Peningkatan ini setara dengan penambahan 11,28 poin, membawa indeks ditutup pada level 8.936,75 pada penutupan perdagangan hari Jumat, 9 Januari 2026. Angka ini menandai pergerakan positif setelah sempat mengalami tekanan.
Tren kenaikan IHSG bahkan lebih impresif jika dilihat secara kumulatif selama sepekan perdagangan terakhir. Sepanjang periode tersebut, akumulasi kenaikan IHSG mencapai 2,16%, menunjukkan resiliensi dan daya tarik pasar saham domestik di tengah fluktuasi global.
Sepanjang sesi perdagangan Jumat, pergerakan IHSG cukup dinamis, berkisar dari level terendah 8.908 hingga mencapai puncak 8.981. Aktivitas perdagangan di BEI juga cukup ramai, dengan total volume saham mencapai 57,02 miliar lembar dan nilai transaksi yang signifikan, yakni Rp 27,45 triliun.
Kekuatan laju IHSG pada hari itu didukung oleh mayoritas saham yang bergerak menguat, tercatat sebanyak 359 saham berada di zona hijau. Sementara itu, 318 saham lainnya mengalami pelemahan, dan 137 saham memilih untuk stagnan, menjaga keseimbangan pasar.
Salah satu pendorong utama kenaikan IHSG yang patut disoroti adalah berlanjutnya aksi beli bersih atau net buy dari investor asing. Fenomena aliran dana asing ini telah menjadi tema dominan sepanjang pekan, menegaskan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar saham domestik. Sebelumnya, pada perdagangan Kamis, 8 Januari, investor asing telah menunjukkan minat yang kuat dengan mencatatkan net buy hingga Rp 950 miliar, membidik sejumlah saham unggulan.
Tren positif aliran dana asing ini terus berlanjut hingga akhir pekan. Pada Jumat, investor asing kembali membukukan net buy sebesar Rp 257,01 miliar di seluruh pasar. Secara kumulatif, dalam sepekan terakhir, total net buy asing telah menembus angka fantastis Rp 2,84 triliun di seluruh pasar, mencerminkan minat yang konsisten dan masif.
Berikut adalah 10 saham yang paling banyak diborong oleh investor asing pada penutupan perdagangan Jumat:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 164,97 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 152,89 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 76,36 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) senilai Rp 50,69 miliar
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) senilai Rp 48,27 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 47,27 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp 41,97 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp 41,4 miliar
- PT Indika Energy Tbk (INDY) senilai Rp 33,67 miliar
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) senilai Rp 33,24 miliar
BBCA Chart by TradingView
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan akhir pekan pada 9 Januari 2026 di zona positif, menguat tipis 0,12% atau 11,28 poin ke level 8.936,75. Pencapaian ini membalikkan koreksi sebelumnya dan secara kumulatif, IHSG mencatat kenaikan impresif 2,16% selama sepekan terakhir. Pergerakan IHSG yang dinamis didukung oleh mayoritas saham yang menguat di tengah aktivitas perdagangan yang ramai.
Kenaikan IHSG terutama didorong oleh berlanjutnya aksi beli bersih atau net buy investor asing. Pada penutupan Jumat, investor asing membukukan net buy sebesar Rp 257,01 miliar, sehingga total net buy asing selama sepekan mencapai fantastis Rp 2,84 triliun di seluruh pasar. Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Astra International Tbk (ASII) menjadi yang paling banyak diborong asing.