IHSG Melemah? Pandu: Ini Waktunya Beli Saham!

IHSG Anjlok? Pandu Sjahrir: Justru Waktu Tepat Beli Saham Fundamental Bagus!

Melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (2/1), ditanggapi santai oleh CIO Danantara, Pandu Sjahrir. Ia justru melihat koreksi ini sebagai peluang emas untuk mengakumulasi saham-saham dengan fundamental yang solid.

Pandu Sjahrir selalu menekankan pentingnya fundamental dan valuasi dalam memilih saham. Ia pun menyarankan para investor untuk mengambil pendekatan investasi jangka menengah hingga panjang.

“Jadi, menurut saya, ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Kita harus kembali melihat fundamental dan valuasi. Momentum ini justru bagus untuk teman-teman investor agar tidak hanya terpaku pada keuntungan jangka pendek. Investasi itu seharusnya berorientasi pada jangka menengah hingga panjang,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Lebih lanjut, Pandu menambahkan, “Jangan panik hanya karena melihat ‘Oh, hari ini merah!’. Justru untuk saham-saham dengan valuasi baik, fundamental kuat, dan likuiditas yang tinggi, maybe it’s a good time to buy.”

Menurutnya, saham-saham yang terkoreksi pada awal perdagangan tahun ini adalah saham-saham yang ia sebut sebagai ‘uninvestability’. Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental yang baik justru menunjukkan kinerja yang positif.

“Kalau kita lihat, saham-saham yang fundamentalnya bagus justru mengalami net buy dan bergerak positif. Ini menarik, kalau kita perhatikan top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita diskusikan hari Minggu kemarin, sekarang ini mulai terjadi,” jelasnya.

Untuk saat ini, Pandu melihat aksi beli pada saham-saham berfundamental kuat masih didominasi oleh investor institusi.

Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, IHSG memang mengalami penurunan signifikan. Indeks terkoreksi 442,442 poin atau 5,31 persen ke level 7.887.

Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.313,058 dan level terendah di 7.858. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 18,942 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 35,351 miliar saham.

Tercatat frekuensi transaksi sebanyak 2.080.849 kali. Secara keseluruhan, 65 saham menguat, 715 saham melemah, dan 33 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp 14.205,642 triliun.

Ringkasan

Pandu Sjahrir, CIO Danantara, menanggapi melemahnya IHSG sebagai peluang untuk membeli saham-saham dengan fundamental yang kuat. Ia menekankan pentingnya valuasi dan fundamental dalam memilih saham dan menyarankan investor untuk berinvestasi dalam jangka menengah hingga panjang.

Menurut Pandu, penurunan IHSG tidak perlu dikhawatirkan, terutama untuk saham-saham dengan fundamental baik, likuiditas tinggi, dan valuasi yang menarik. Ia melihat aksi beli pada saham-saham berfundamental kuat didominasi investor institusi dan menilai saham yang terkoreksi adalah saham yang kurang layak investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *