KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (11/3/2026), terkoreksi 0,69% dan ditutup pada level 7.389,40. Padahal, IHSG sempat menunjukkan penguatan di sesi pertama perdagangan.
Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa koreksi IHSG ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian, baik dari sisi global maupun domestik.
Lebih lanjut, Alrich menyoroti bahwa investor cenderung mengambil posisi trading jangka pendek. Hal ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta antisipasi libur panjang Lebaran yang akan tiba di pertengahan minggu depan.
“Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS, Israel, dan Iran serta menjelang libur panjang Lebaran,” ungkapnya kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).
Investor BBNI Cuma Punya 6 Hari Sebelum Cum Date 17 Maret 2026
Pada perdagangan hari tersebut, sektor basic materials mencatatkan penurunan terdalam, sementara sektor teknologi justru menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi.
Selain pelemahan IHSG, nilai tukar rupiah juga turut melemah hingga mencapai Rp16.886 per dolar Amerika Serikat. Sentimen geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama, ditambah kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk potensi inflasi dan pelebaran defisit anggaran.
Dari analisis teknikal, Alrich mengamati bahwa indikator Stochastic RSI dan MACD masih mengindikasikan potensi pelemahan. IHSG bahkan sempat menyentuh level 7.527 sebelum akhirnya kembali terkoreksi.
“IHSG diperkirakan masih akan cenderung bergerak melemah untuk menguji level support di kisaran 7.300 hingga 7.350,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa level support IHSG berada di area 7.300, dengan pivot di 7.400 dan resistance di level 7.500.
Di kancah global, indeks saham di kawasan Asia ditutup dengan pergerakan yang bervariasi pada hari Rabu (11/3/2026), seiring investor terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, sebagian besar indeks di bursa Eropa dibuka melemah, mencerminkan meningkatnya intensitas operasi militer di kawasan tersebut. Sentimen negatif ini juga tercermin dari indeks futures Wall Street yang bergerak di zona merah.
Pasar juga memberikan perhatian pada laporan mengenai tiga kapal di lepas pantai Iran yang terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026). Jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia, dilaporkan mengalami gangguan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026.
Untuk rekomendasi saham pada perdagangan Kamis (12/3/2026), Alrich menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham berikut: PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, berpendapat bahwa koreksi IHSG juga dipengaruhi oleh pergerakan bursa global dan sejumlah indeks di kawasan Asia.
Menurut Herditya, pelaku pasar saat ini juga tengah menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral.
“Dari sisi sentimen diperkirakan dipengaruhi oleh pergerakan bursa global dan beberapa regional Asia, di mana investor menanti rilis data inflasi AS,” ungkapnya.
Secara teknikal, Herditya memperkirakan bahwa IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (12/3/2026).
“Kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support di 7.305 dan resistance di 7.448,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh sentimen menjelang libur panjang serta rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Untuk perdagangan Kamis (12/3/2026), Herditya merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada kisaran Rp5.000-Rp5.075, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) di rentang Rp535-Rp575, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada area Rp1.830-Rp2.120.
Pasar Kripto Terkoreksi, Analis Perkirakan Konsolidasi Sebelum Reli Baru
Ringkasan
IHSG mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (11/3/2026), ditutup pada level 7.389,40. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global dan domestik, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah dan antisipasi libur panjang Lebaran, membuat investor cenderung melakukan trading jangka pendek. Sektor basic materials mencatatkan penurunan terdalam, sementara sektor teknologi mengalami kenaikan tertinggi.
Analis merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati pada perdagangan Kamis (12/3/2026) seperti ULTJ, UNVR, TOBA, WIFI, dan BSDE. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berisiko melanjutkan koreksi dengan support di 7.305 dan resistance di 7.448.