Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026). IHSG tercatat melemah tipis sebesar 2,31 poin atau setara dengan 0,03%, dan berakhir di level 8.271,76.
Aktivitas perdagangan hari ini diwarnai dengan dinamika yang cukup tinggi. Terpantau sebanyak 267 saham berhasil menguat, sementara 381 saham mengalami penurunan. Sebanyak 171 saham lainnya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga.
Dari keseluruhan sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya empat sektor yang mampu bertahan di zona hijau, mencatatkan kenaikan. Sementara itu, tujuh sektor lainnya harus rela tergelincir ke zona merah, turut memberikan tekanan pada pergerakan IHSG.
Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,92%. Diikuti oleh sektor keuangan yang naik 0,54%, dan sektor perindustrian yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,50%.
Akses Makin Mudah, Investor Individu Kini Ramai Masuk SUN Seri Fixed Rate (FR)
Di sisi lain, sektor barang konsumen non-siklikal menjadi pemberat utama dengan penurunan terdalam sebesar 1,53%. Sektor transportasi menyusul dengan penurunan 1,06%, dan sektor energi mengalami penurunan sebesar 1,02%.
Secara keseluruhan, volume perdagangan saham pada hari ini mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu 45,31 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,10 triliun.
Berikut adalah saham-saham yang menjadi top gainers atau pencetak keuntungan terbesar di indeks LQ45:
1. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (0,09%)
2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (7,34%)
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (2,93%)
Sementara itu, saham-saham berikut ini tercatat sebagai top losers atau saham dengan penurunan terbesar di indeks LQ45:
1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-5,52%)
2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) (-4,85%)
3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (-4,47%)
Ringkasan
Pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026), IHSG terkoreksi tipis sebesar 0,03% dan berakhir di level 8.271,76. Terdapat 267 saham yang menguat dan 381 saham yang mengalami penurunan. Sektor infrastruktur memimpin penguatan, sementara sektor barang konsumen non-siklikal mengalami penurunan terdalam.
Volume perdagangan saham mencapai 45,31 miliar dengan nilai transaksi Rp 20,10 triliun. Saham-saham seperti EXCL, SMGR, dan AMMN menjadi top gainers di indeks LQ45. Sebaliknya, saham MBMA, INKP, dan AMRT tercatat sebagai top losers dengan penurunan terbesar.