
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan performa positif pada sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan, ditutup naik signifikan 14,246 poin atau 0,16% ke level 9.046,83.
Kinerja impresif IHSG ini, menurut Valdy Kurniawan, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, menandai kelanjutan reli pasar setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Yang menarik, Valdy menyoroti bahwa penguatan IHSG terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah secara intraday, yang sempat menyentuh angka Rp 16.875 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari yang sama.
Dari sudut pandang analisis teknikal, posisi IHSG yang konsisten di atas indikator MA5 dan MA20 memberikan sinyal positif. Indikator lainnya, pelebaran histogram MACD di zona positif, semakin menguatkan konfirmasi tren bullish atau kecenderungan penguatan pasar. Berdasarkan kondisi teknikal ini, Valdy Kurniawan memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak dalam rentang 9.025 hingga 9.075 pada sesi perdagangan kedua.
Penguatan IHSG pada perdagangan sesi pertama ini didukung oleh performa apik sejumlah indeks sektoral. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer memimpin kenaikan dengan lonjakan impresif sebesar 1,56%. Tidak ketinggalan, IDX Sektor Keuangan juga menunjukkan vitalitasnya dengan kenaikan 0,91%, didorong oleh kompaknya penguatan saham-saham perbankan milik negara (BUMN) yang turut menjadi sorotan. Selanjutnya, IDX Sektor Teknologi menguat 0,62%, diikuti oleh IDX Sektor Properti dan Real Estate yang naik 0,3%, serta IDX Sektor Kesehatan dengan pertumbuhan 0,27%.
Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Di sisi lain, IDX Sektor Perindustrian mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan signifikan 2,2% hingga tengah hari. Penurunan juga melanda IDX Sektor Barang Baku sebesar 1,09%, IDX Sektor Infrastruktur 0,95%, dan IDX Sektor Energi 0,41%. Selain itu, IDX Sektor Transportasi dan Logistik melemah 0,13%, sementara IDX Sektor Barang Konsumen Primer mencatat pelemahan tipis 0,01%.
Sepanjang sesi pertama, total volume transaksi di bursa mencapai 30,55 miliar saham, dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp 16,81 triliun. Data menunjukkan bahwa sebanyak 351 saham mengalami kenaikan harga, 327 saham bergerak melemah, dan 122 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Ringkasan
IHSG pada sesi pertama perdagangan Kamis (15/1/2026) menunjukkan performa positif, ditutup menguat 0,16% atau 14,246 poin ke level 9.046,83. Penguatan ini melanjutkan reli pasar yang mencapai rekor tertinggi, meskipun nilai tukar rupiah sempat melemah intraday hingga Rp 16.875 per dolar AS. Secara teknikal, posisi IHSG di atas MA5 dan MA20 serta pelebaran histogram MACD di zona positif mengindikasikan tren bullish, dengan prediksi bergerak dalam rentang 9.025 hingga 9.075 pada sesi kedua.
Kenaikan IHSG didukung oleh performa apik sejumlah sektor, terutama Barang Konsumen Non-Primer yang melonjak 1,56% dan Keuangan naik 0,91% didorong saham BUMN. Di sisi lain, sektor Perindustrian mencatat pelemahan terdalam 2,2%, diikuti Barang Baku, Infrastruktur, dan Energi. Sepanjang sesi pertama, total volume transaksi mencapai 30,55 miliar saham senilai Rp 16,81 triliun, di mana 351 saham mengalami kenaikan harga.