Shoesmart.co.id, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan optimis mengenai prospek pasar modal Indonesia. Ia berkelakar bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 8.650 pada hari ini, Rabu (3/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Financial Forum yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Purbaya meyakini, setelah para pelaku pasar menyimak diskusi yang sedang berlangsung, IHSG akan mampu melampaui angka 8.600.
Diskusi penting itu turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang ekonomi dan keuangan, termasuk Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, serta Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.
Baca Juga: Anak Buah Purbaya Optimistis Ekonomi RI Akhir Tahun Solid, Ini Alasannya
“Mungkin mereka masih belum mendengarkan diskusi kita di sini. Saya yakin, setelah diskusi ini selesai, IHSG sudah naik ke 8.650,” ujarnya di BEI Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Forum tersebut secara khusus membahas proses revisi Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa menjadi momentum penting untuk merevisi UU yang baru disahkan pada tahun 2023 tersebut.
Baca Juga: Rencana Besar Purbaya Rombak ‘Pemain’ Pasar Modal, dari Demutualisasi hingga Sentralisasi Lapkeu
Misbakhun, yang juga merupakan politisi dari Partai Golkar, menjelaskan bahwa inisiasi revisi UU P2SK bermula dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi terhadap kewenangan penyidikan sektor keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kewenangan penyusunan anggaran di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Namun demikian, Misbakhun mengakui bahwa parlemen melihat adanya peluang untuk menyempurnakan regulasi UU P2SK yang telah disahkan sebelumnya. Salah satu faktor pendorongnya adalah pergantian Menteri Keuangan, serta adanya kebutuhan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Purbaya Dapat Keluhan Pengusaha Baja soal Bea Cukai: Saya Pelajari Dulu!
“Apalagi kemudian undang-undang ini selesai direvisi ketika Menteri Keuangan yang lama, dan revisi ini di Menteri Keuangan yang baru. Jadi ini ada peluang menarik karena tugas berikutnya membawa ekonomi ke pertumbuhan [8%, red],” jelas Misbakhun.
Sebelumnya, Bisnis memberitakan bahwa IHSG diperkirakan akan menguji level 8.650 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/12/2025). Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain EMTK, TOWR, dan ADMR.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal, terdapat pembentukan histogram positif pada MACD yang diiringi dengan potensi Golden Cross pada Stochastic RSI di pivot area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpeluang uji level 8.650 pada perdagangan hari ini,” kata Phintraco Sekuritas, Rabu (3/12/2025).
Ringkasan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara optimis berkelakar bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 8.650 pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Pernyataan ini disampaikan saat acara Financial Forum di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana ia meyakini bahwa setelah diskusi, IHSG akan melampaui angka tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh penting seperti Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Forum tersebut membahas revisi Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang dipicu oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan kebutuhan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, melihat pergantian Menteri Keuangan sebagai momentum penting untuk merevisi UU tersebut. Sebelumnya, IHSG diperkirakan akan menguji level 8.650 dengan rekomendasi saham seperti EMTK, TOWR, dan ADMR.