IHSG Hampir 9.000! Sri Mulyani: Ini Baru Permulaan!

JawaPos.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini menanggapi performa positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melesat mendekati level psikologis 9.000. Pergerakan IHSG ini bahkan hampir menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, dengan nilai yang konsisten bergerak antara 8.945 hingga 8.964 menjelang penutupan pasar pada Kamis (8/1).

Menurut Purbaya, kenaikan harga saham Indonesia yang menembus level 9.000 hanyalah permulaan. Ia meyakini bahwa seiring dengan pengelolaan ekonomi yang terus membaik ke depan, angka tersebut berpotensi terus merangkak naik mencapai harga terbaik.

IHSG Pecah Rekor Dekati Angka 9.000 Jelang Penutupan Perdagangan Sore Ini

“Jadi yang itu, IHSG yang naik ke 9.000 itu tadi, itu baru awal,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Tahun 2025 di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). Ia melanjutkan dengan optimisme, “Perkiraan saya akan naik terus karena ekonomi kita akan kita manage ke arah perbaikan terus ke depan.”

Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga memaparkan bahwa tren pasar modal di tanah air sempat mengalami penurunan sejak awal tahun 2025, bahkan semakin dalam pada September 2025. Namun, tren tersebut berbalik arah menjadi positif dan menunjukkan penguatan signifikan pada kurun waktu Oktober hingga Desember 2025.

Indikasi pulihnya kepercayaan terlihat dari masuknya kembali investor asing ke Indonesia. Total inflow atau aliran dana masuk dari investor asing mencapai Rp 6,1 triliun per Desember 2025. Bahkan, pada periode November-Desember 2025, total inflow tercatat fantastis sebesar Rp 46,8 triliun.

Memanasnya Hubungan AS-Venezuela Pengaruhi Pergerakan Pasar Keuangan, IHSG Besok Diprediksi Melemah Terbatas

Data lebih lanjut menunjukkan bahwa hingga Desember 2025, inflow pada Surat Berharga Negara (SBN) telah mencapai Rp 6,49 triliun. Sementara itu, inflow Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak menjadi Rp 27,40 triliun, dan inflow saham membukukan Rp 12,24 triliun.

Bendahara negara ini menyatakan optimisme bahwa kredibilitas ekonomi Indonesia dan pasar keuangan telah kembali ke tren positif yang kuat. Purbaya bahkan meyakini bahwa tren positif ini tidak akan berakhir di tahun 2025 saja, melainkan akan terus berlanjut dengan masuknya investor asing di tahun 2026 ini.

“Artinya, asing sudah masuk ke sini lagi. Inflow ya. Kalau inflow kan asing kan. Jadi, sudah masuk ke sini lagi. Jadi, Anda lihat di sini, kredibilitas ekonomi dan pasar keuangan kita sudah kembali. Dan ini dilanjutkan, saya yakin akan terus berlanjut di tahun 2026 ini,” pungkasnya, menunjukkan keyakinan akan prospek cerah ke depan.

Sebelum pernyataan Purbaya, pasar saham Indonesia memang dibuka di zona hijau pada Kamis (8/1), dengan IHSG nyaris menyentuh 9.000, tepatnya sebesar 8.964 pada pembukaan perdagangan kedua. Indeks kebanggaan ini tercatat memecahkan rekor pada pukul 13.45 WIB setelah menguat sebesar 0,22 persen atau 19,24 basis poin.

Pasar Saham Awal 2026 Tetap Menguat di Tengah Volatilitas

Mengutip data dari RTI Business, volume transaksi pada perdagangan tersebut mencapai 36.322 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 17.762 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.634.412 kali, mengindikasikan aktivitas pasar yang sangat dinamis dan likuid.

Ringkasan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi positif pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hampir mencapai level 9.000, bahkan menyentuh 8.964. Menurutnya, kenaikan ini hanyalah permulaan dan IHSG berpotensi terus meningkat seiring perbaikan pengelolaan ekonomi. Performa pasar modal menunjukkan tren penguatan signifikan dari Oktober hingga Desember 2025 setelah sempat melemah di awal tahun.

Kredibilitas ekonomi Indonesia pulih, terlihat dari masuknya investor asing. Total aliran dana masuk (inflow) dari investor asing mencapai Rp 6,1 triliun pada Desember 2025, dengan total Rp 46,8 triliun selama November-Desember 2025. Purbaya yakin tren positif ini akan berlanjut di tahun 2026, menandakan kembalinya kepercayaan pasar keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *