IHSG diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Rabu (11/3)

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren positif pada perdagangan hari Rabu, 11 Maret 2026. Optimisme ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan domestik.

Pada perdagangan hari Selasa, 10 Maret 2026, IHSG menunjukkan performa yang menggembirakan dengan ditutup menguat sebesar 103,54 poin atau 1,41%, mencapai level 7.440,91. Data pasar mencatat, sebanyak 534 saham mengalami kenaikan, sementara 190 saham mengalami penurunan, dan 93 saham bergerak stagnan.

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa penguatan IHSG hari ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Donald Trump, yang mengindikasikan potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah. Selain itu, kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz turut memberikan dampak positif bagi pasar.

“Dengan adanya perkembangan positif ini, bursa global cenderung mengalami penguatan,” ungkap Herditya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menambahkan bahwa penguatan IHSG hari ini merupakan respons terhadap koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Selain itu, technical rebound dan sentimen global yang membaik juga turut menjadi faktor pendorong.

Sentimen positif dari eksternal berasal dari penurunan harga minyak mentah, penguatan indeks saham Wall Street, serta kinerja positif bursa Asia. Pernyataan Trump mengenai potensi meredanya konflik antara aliansi AS-Israel dan Iran juga memberikan angin segar bagi investor.

Dari sisi domestik, data penjualan ritel Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, yaitu sebesar 5,7% *year-on-year* (YoY) pada Januari 2026.

“Angka ini meningkat signifikan dari 3,5% YoY pada Desember 2025 dan melampaui ekspektasi pasar yang berada di kisaran 4% YoY. Hal ini turut menopang optimisme investor di pasar modal,” jelas Reza kepada Kontan, Selasa.

Untuk perdagangan esok hari, Herditya memprediksi IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan, meskipun terbatas, dengan level support di 7.372 dan resistance di 7.500.

“Penguatan ini merupakan kelanjutan dari technical rebound, ditambah dengan antisipasi investor terhadap data inflasi AS yang akan dirilis,” imbuhnya.

Herditya merekomendasikan kepada investor untuk mencermati saham AMMN dengan target harga Rp 6.125 – Rp 6.425 per saham, BBYB dengan target harga Rp 326 – Rp 356 per saham, dan NCKL dengan target harga Rp 1.400 – Rp 1.445 per saham pada perdagangan Rabu.

Reza Diofanda melihat bahwa secara teknikal, IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan rebound dan menguji level resistance penting di area 7.500.

“Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan meyakinkan, maka terdapat peluang penguatan lanjutan menuju 7.580 hingga 7.700 pada perdagangan berikutnya,” jelasnya.

Meskipun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai perkembangan konflik di Timur Tengah. Meskipun Trump telah menyatakan bahwa konflik berpotensi mereda, Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda gencatan senjata. Ketidakpastian geopolitik ini masih menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Selain itu, investor juga menantikan rilis data inflasi AS periode Februari 2026, yang diperkirakan berada di 2,4% YoY. Sementara itu, *Core CPI* diproyeksikan stabil di 2,5% YoY.

“Data inflasi ini akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed ke depan,” pungkasnya.

Reza merekomendasikan investor untuk membeli saham BRMS dan INDY dengan target harga masing-masing Rp 820 – Rp 850 per saham dan Rp 4.200 – Rp 4.350 per saham. Selain itu, rekomendasi *buy on break* diberikan untuk saham ARCI dengan target harga Rp 1.845 – Rp 2.000 per saham.

Ringkasan

IHSG diperkirakan akan melanjutkan tren positif pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan domestik. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG menguat signifikan, didukung oleh penurunan harga minyak mentah dan kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz, serta data penjualan ritel Indonesia yang menggembirakan.

Analis memprediksi IHSG masih berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance yang telah ditentukan. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham tertentu, namun juga perlu mewaspadai perkembangan konflik di Timur Tengah dan data inflasi AS yang akan dirilis karena dapat mempengaruhi kebijakan moneter The Fed.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *