
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level 9.075,406. Pencapaian historis ini beriringan dengan laporan survei Kadin Business Pulse yang menunjukkan optimisme signifikan di kalangan pelaku usaha. Pada kuartal IV 2025, sentimen positif tercatat mencapai 40 persen, mengungguli sentimen negatif yang berada di angka 35 persen.
Kekuatan pasar saham juga tercermin dari data Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi pasar membukukan rekor baru dengan nilai fantastis Rp16.512 triliun. Sepanjang periode sepekan, dari 12 hingga 15 Januari 2026, rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 3,87 persen, mencapai Rp32,68 triliun. Kepercayaan investor asing turut terlihat jelas dengan pembukuan beli bersih sebesar Rp947,45 miliar pada Kamis, 15 Januari 2026.
Optimisme ini semakin diperkuat oleh hasil survei perdana Kadin Business Pulse yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia Institute. Menjelang tahun 2026, survei ini mengungkap bahwa dari total responden, 40 persen menilai kondisi usaha positif, sementara 25 persen menganggapnya biasa saja, dan 35 persen masih melihat kondisi negatif. Dominasi pandangan positif ini menandakan adanya harapan besar di dunia usaha nasional.
Menanggapi hasil ini, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan pentingnya membaca penguatan kepercayaan pelaku usaha berdasarkan data konkret. “Ke depan, Kadin sebagai mitra strategis pemerintah akan berbicara dengan data aktual yang diproduksi sendiri, yakni oleh Kadin Indonesia Institute,” ujar Anindya saat peluncuran Kadin Business Pulse di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Analisis lebih lanjut dari survei menunjukkan bahwa pendorong utama di balik sentimen positif ini adalah perbaikan dan perkembangan pasar, yang berkontribusi sebesar 38 persen. Selain itu, faktor persaingan usaha yang lebih kondusif (24 persen) dan perbaikan regulasi (23 persen) juga turut menopang optimisme di kalangan bisnis, menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Ketua Pengurus Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri, menjelaskan bahwa Kadin Business Pulse dirancang sebagai instrumen pemantauan cepat dan berkala terhadap kondisi bisnis serta perekonomian nasional. “Ini adalah survei sentimen dunia usaha yang dirancang sebagai alat pembacaan cepat kondisi usaha nasional,” kata Mulya, menegaskan tujuan strategis survei ini.
Meskipun gelombang optimisme menguat, dunia usaha tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural yang memerlukan perhatian serius. Area prioritas yang membutuhkan perbaikan meliputi kebijakan dan regulasi pemerintah (20 persen), akses pembiayaan (17 persen), permintaan (13 persen), serta isu ketenagakerjaan (9 persen).
Secara sektoral, survei Kadin Business Pulse Kuartal IV 2025 mengidentifikasi sektor jasa keuangan dan asuransi sebagai penyumbang sentimen positif terbesar. Penilaian Kadin ini konsisten dengan penguatan pasar keuangan, yang secara jelas terlihat dari reli IHSG yang berhasil menembus level psikologis 9.000 pada awal tahun 2026, menandakan vitalitas sektor ini.
Ringkasan
IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 9.075,406, didukung kapitalisasi pasar sebesar Rp16.512 triliun dan kepercayaan investor asing. Pencapaian ini sejalan dengan hasil survei Kadin Business Pulse Kuartal IV 2025 yang menunjukkan optimisme signifikan dari pelaku usaha, di mana 40 persen menilai kondisi positif.
Survei Kadin mengungkap bahwa perbaikan dan perkembangan pasar menjadi pendorong utama sentimen positif tersebut, diikuti persaingan usaha yang kondusif dan perbaikan regulasi. Sektor jasa keuangan dan asuransi diidentifikasi sebagai penyumbang optimisme terbesar, mencerminkan vitalitas pasar keuangan. Kadin akan menggunakan data ini sebagai instrumen pemantauan cepat perekonomian nasional dan mitra strategis pemerintah.