IHSG Anjlok, Rupiah Jebol Rp17.500! Peluang atau Ancaman?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam lebih dari 1% pada sesi perdagangan pagi hari Selasa (12/5/2026). Tekanan terhadap IHSG ini seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang untuk pertama kalinya menembus level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Data dari RTI menunjukkan bahwa IHSG merosot 1,43% atau setara dengan 98,492 poin, hingga mencapai level 6.807,128 pada akhir sesi pertama perdagangan.

Rupiah Bertahan di Level Rp 17.506 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (12/5)

Sentimen negatif mewarnai pergerakan pasar dengan tercatat 456 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 192 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sebanyak 166 saham lainnya terpantau stagnan. Total volume perdagangan mencapai 18,9 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,5 triliun.

Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami tekanan dan berada di zona merah. Tiga sektor yang mengalami penurunan terdalam adalah IDX-Industry yang terkoreksi 3,44%, diikuti oleh IDX-Infra yang turun 2,89%, dan IDX-Health yang melemah 2,24%.

Berikut adalah daftar saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) dalam indeks LQ45:

* PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 4,04% ke Rp 1.425
* PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,78% ke Rp 3.560
* PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 3,56% ke Rp 2.440

Emiten Bioskop CGV (BLTZ) Ekspansi Bisnis Lewat Rumah Pijat dan Kosmetik

Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan (top gainers) dalam indeks LQ45, antara lain:

* PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,79% ke Rp 2.080
* PT Indosat Tbk (ISAT) naik 3,67% ke Rp 2.260
* PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,45% ke Rp 2.510

Kinerja Resilien FY25, Telkom Perkuat Fundamental dan Total Shareholder Return 35,7%

AMRT Chart by TradingView

Tekanan terhadap pasar saham ini terjadi bersamaan dengan pelemahan tajam nilai tukar rupiah. Data dari Reuters menunjukkan bahwa rupiah sempat menyentuh level Rp 17.508 per dolar AS, yang merupakan posisi terlemah sepanjang sejarah.

Pelemahan mata uang di kawasan Asia ini dipicu oleh terhambatnya pembicaraan damai antara AS dan Iran, yang menyebabkan harga minyak dunia tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran pasar terkait pasokan energi global.

Lloyd Chan, Senior Currency Analyst dari MUFG, menjelaskan bahwa rupiah masih berada di bawah tekanan akibat gangguan pasokan energi dan meningkatnya risiko kekurangan bahan bakar.

“Kerentanan Indonesia semakin besar karena cadangan minyak mentah yang relatif rendah, terutama akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan,” ujar Chan, seperti dikutip dari Reuters.

Rupiah Jebol ke Rp 17.500 Per Dolar AS di Pagi Ini (12/5), Begini Kata Ekonom

Selain sentimen dari pasar energi global, pelaku pasar juga menyoroti isu-isu domestik seperti disiplin fiskal, independensi bank sentral, serta regulasi pasar modal di Indonesia.

Di kawasan Asia, indeks MSCI Emerging Markets Asia mengalami penurunan sebesar 0,5%, yang terbebani oleh koreksi pada indeks teknologi Korea Selatan, Kospi, yang melemah 1,1% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru.

Pergerakan saham-saham teknologi di Korea Selatan juga terpantau bervariasi. Saham Samsung Electronics mengalami penurunan lebih dari 2%, sementara saham SK Hynix berbalik naik 1,2% setelah sempat melemah di awal perdagangan.

Ringkasan

IHSG mengalami penurunan tajam lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (12/5/2026), mencapai level 6.807,128. Penurunan ini seiring dengan pelemahan rupiah yang menembus Rp 17.500 per dolar AS. Mayoritas sektor saham mengalami tekanan, dengan IDX-Industry, IDX-Infra, dan IDX-Health mencatatkan penurunan terdalam.

Pelemahan rupiah dipicu oleh terhambatnya pembicaraan damai AS-Iran dan kekhawatiran pasokan energi global. Analis MUFG menyoroti kerentanan Indonesia akibat cadangan minyak mentah yang rendah. Selain faktor eksternal, isu domestik seperti disiplin fiskal dan regulasi pasar modal juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *