IHSG Anjlok! Cek Saham yang Diobral Asing Terbesar

JAKARTA, Shoesmart.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela mengakhiri perdagangan pekan ini di zona merah. Tekanan jual yang merata di seluruh sektor pasar saham menjadi penyebab utama pelemahan ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah melalui RTI menunjukkan IHSG terperosok 124,85 poin atau setara dengan 1,62%, menutup hari di level 7.585,68. Secara akumulatif, dalam sepekan terakhir, IHSG telah terkoreksi cukup dalam, yakni sebesar 7,89%.

Analis mencatat, pelemahan IHSG ini disebabkan oleh penurunan kinerja di semua indeks sektoral. Sektor perindustrian menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam sebesar 3,37%, diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang merosot 3,34%.

Sektor energi turut mengalami penurunan signifikan sebesar 2,86%. Diikuti kemudian oleh sektor barang baku yang terkoreksi 2,23%, sektor infrastruktur sebesar 1,77%, serta sektor properti dan real estat yang melemah 1,37%.

Tidak hanya itu, sektor keuangan juga mengalami penurunan sebesar 1,19%, sektor kesehatan turun 1,02%, sektor barang konsumen primer melemah 0,68%, sektor teknologi turun tipis 0,42%, dan sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 0,31%.

Meskipun IHSG tertekan, aktivitas perdagangan saham di BEI terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 33,94 miliar saham, dengan nilai transaksi yang mencapai Rp17,64 triliun.

Secara keseluruhan, sentimen pasar lebih didominasi oleh tekanan jual. Tercatat, sebanyak 555 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 168 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 94 saham lainnya terpantau stagnan.

Investor asing juga turut ambil bagian dalam tekanan jual ini. Pada perdagangan hari ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai mencapai Rp261,13 miliar.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net sell terbesar oleh investor asing pada hari Jumat:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 302,73 miliar
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 207,52 miliar
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 91,67 miliar
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp 71,22 miliar
5. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA): Rp 47,67 miliar
6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp 28,53 miliar
7. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN): Rp 24,92 miliar
8. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp 19,77 miliar
9. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Rp 16,49 miliar
10. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC): Rp 13,74 miliar

Ringkasan

Pada hari Jumat, 6 Maret 2026, IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 1,62% atau 124,85 poin, menutup perdagangan di level 7.585,68. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan jual di seluruh sektor, dengan sektor perindustrian dan barang konsumen non-primer mengalami penurunan terdalam.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp261,13 miliar, dengan saham BBRI, BMRI, dan BBCA menjadi yang paling banyak diobral. Meskipun IHSG melemah, volume transaksi tetap tinggi mencapai 33,94 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,64 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *