Shoesmart.co.id, JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan minggu lalu dengan koreksi yang cukup signifikan, menandai zona merah bagi para investor.
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah melalui RTI Business, IHSG mengalami penurunan sebesar 7,89% dan berakhir di level 7.585,68 selama periode 2 hingga 6 Maret 2026. Penurunan ini tentu menjadi perhatian para pelaku pasar modal.
Meskipun IHSG terkoreksi tajam, menariknya, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang cukup besar, mencapai Rp 1,79 triliun di seluruh pasar dalam sepekan terakhir. Hal ini mengindikasikan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia, setidaknya hingga pertengahan minggu.
Namun, situasinya mulai berubah menjelang akhir pekan. Aliran dana asing berbalik arah, keluar dari pasar modal domestik, memberikan tekanan tambahan pada IHSG. Perubahan sentimen ini patut dicermati lebih lanjut.
IHSG Anjlok 4,57%! Intip Rekomendasi Saham ASII, GOTO, TINS untuk Kamis (4/3)
Salah satu faktor yang memicu koreksi ini adalah sentimen eksternal, terutama ketidakpastian yang terus berlanjut terkait konflik di Timur Tengah. Konflik yang belum menemukan titik terang ini meningkatkan kehati-hatian para pelaku pasar terhadap aset-aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Pada perdagangan Jumat (6/3/2026), tekanan terhadap IHSG semakin terasa dengan penurunan sebesar 1,16%. Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 261,13 miliar di seluruh pasar.
Di tengah pelemahan IHSG sepanjang minggu, investor asing masih terlihat aktif mengakumulasi sejumlah saham pilihan. Pembelian bersih terbesar tercatat pada saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan nilai Rp 241,21 miliar. Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga menjadi incaran dengan net buy sebesar Rp 218,61 miliar, diikuti oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 177,22 miliar.
Selain itu, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar Rp 145,92 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 126,98 miliar, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Rp 97,5 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 93,66 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 84,25 miliar, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 83,19 miliar.
Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Sepekan Terakhir Saat IHSG Ambruk 7,89%
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga masuk dalam radar investor asing dengan catatan pembelian bersih sebesar Rp 22,36 miliar.
Sebaliknya, investor asing juga melakukan aksi jual terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar. Penjualan bersih terbesar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), mencapai angka Rp 1,17 triliun.
Tekanan jual juga menghampiri saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp 783,06 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 571,24 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 513,42 miliar.
Aksi jual asing juga tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 386,61 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 127,04 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 124,21 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 121,62 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 110,08 miliar, serta PT Timah Tbk (TINS) Rp 102,13 miliar.
Ringkasan
IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 7,89% dan berakhir di level 7.585,68 pada perdagangan minggu lalu. Meskipun demikian, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 1,79 triliun di seluruh pasar selama periode tersebut, namun kemudian berbalik arah menjelang akhir pekan akibat sentimen eksternal seperti konflik di Timur Tengah.
Investor asing terlihat aktif mengakumulasi saham PTBA, ASII, dan UNTR, sementara melakukan penjualan bersih terbesar pada saham BBCA. Aksi jual juga tercatat pada saham MEDC, BBNI, dan INDF. Tekanan jual asing menambah pelemahan IHSG, dengan penjualan bersih mencapai Rp 261,13 miliar pada hari terakhir perdagangan.