Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Kamis (29 Januari 2026), tergerus 88,35 poin atau setara dengan 1,06% dan berakhir di level 8.232,20. Sentimen negatif ini mewarnai sebagian besar sektor saham di Bursa Efek Indonesia.
Dalam pantauan pasar, tercatat 214 saham berhasil menguat, namun jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak, mencapai 521 saham. Sementara itu, 73 saham lainnya terpantau stagnan.
Di tengah tekanan jual yang melanda pasar, hanya sektor transportasi yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,76%. Sebaliknya, 10 sektor lainnya harus rela parkir di zona merah, mengikuti jejak pelemahan IHSG.
Sektor barang konsumen siklikal menjadi yang paling terpukul dengan penurunan terdalam, yakni sebesar 4,88%. Menyusul kemudian sektor properti yang merosot 3,83%, dan sektor barang konsumen non-siklikal yang terkoreksi 3,63%.
Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan total volume mencapai 97,43 miliar saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 66,93 triliun.
Lalu, saham-saham apa saja yang menjadi pemimpin penguatan (top gainers) di antara konstituen LQ45? Berikut daftarnya:
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kenaikan 5,29%
2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak 5%
3. PT Astra International Tbk (ASII) dengan penguatan 4,86%
Di sisi lain, terdapat pula saham-saham yang mengalami penurunan paling signifikan (top losers) di kelompok LQ45. Inilah daftarnya:
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang anjlok 14,97%
2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan penurunan 14,92%
3. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang terkoreksi 8,85%
Ringkasan
Pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 1,06%, berakhir di level 8.232,20. Sebagian besar sektor saham tertekan, dengan sektor barang konsumen siklikal menjadi yang paling terpukul. Volume perdagangan mencapai 97,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 66,93 triliun.
Di antara saham LQ45, BBRI, GOTO, dan ASII menjadi top gainers, sementara BUMI, EXCL, dan PGEO mengalami penurunan terdalam. Hanya sektor transportasi yang mampu bertahan di zona hijau, sementara 10 sektor lainnya mengalami pelemahan.