IHSG Anjlok! BUMI, EXCL, AMRT Jadi Pemberat Utama LQ45

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan siang ini. Bahkan, perdagangan sempat dihentikan (trading halt) setelah IHSG anjlok hingga 8% di awal sesi.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah melalui RTI, IHSG merosot tajam sebesar 5,91% atau terpangkas 492 poin, mencapai level 7.828,47 pada penutupan sesi I, Kamis (29/1/2026). Pelemahan ini menunjukkan tekanan yang meluas di pasar modal Indonesia.

Seluruh indeks sektoral terpantau mengalami penurunan, semakin memperburuk kinerja IHSG secara keseluruhan. Penurunan serentak ini mencerminkan sentimen negatif yang kuat di kalangan investor.

Sektor energi mencatat penurunan terdalam, mencapai 8,04%. Diikuti oleh sektor barang baku yang terkoreksi 7,81%, sektor properti dan real estate sebesar 7,52%, sektor barang konsumsi non primer 7,38%, dan sektor teknologi yang turun 6,86%. Penurunan signifikan pada sektor-sektor ini menjadi penekan utama laju IHSG.

Total volume perdagangan saham di BEI pada sesi siang ini mencapai 42,9 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 32,7 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi di tengah gejolak pasar.

Sebanyak 720 saham mengalami penurunan, menjadi pemberat utama indeks. Sementara itu, hanya 65 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan dan 22 saham lainnya stagnan. Dominasi saham yang melemah menunjukkan sentimen pasar yang didominasi oleh aksi jual.

Saham-saham yang menjadi top losers atau mengalami penurunan terbesar di indeks LQ45 antara lain:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 14,97% ke harga Rp 250 per saham.

2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 14,92% ke harga Rp 3.250 per saham.

3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 13,83% ke harga Rp 1.495 per saham.

Di sisi lain, saham-saham yang menjadi top gainers atau mengalami kenaikan terbesar di indeks LQ45 adalah:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik tipis 0,28% ke harga Rp 3.600 per saham.

Ringkasan

IHSG mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan siang, bahkan sempat dihentikan sementara (trading halt) setelah anjlok hingga 8%. Pada penutupan sesi I, IHSG merosot 5,91% atau 492 poin, mencapai level 7.828,47. Seluruh indeks sektoral mengalami penurunan, dengan sektor energi mencatat penurunan terdalam.

Sebanyak 720 saham mengalami penurunan, dengan volume perdagangan mencapai 42,9 miliar lembar saham senilai Rp 32,7 triliun. Saham-saham seperti BUMI, EXCL, dan AMRT menjadi pemberat utama di indeks LQ45, sementara BBRI mencatatkan kenaikan tipis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *