IHSG Anjlok! BRPT, INKP, MAPI Jadi Pemberat Utama LQ45

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Jumat (6 Maret 2026), dengan penurunan tajam sebesar 201,43 poin atau 2,61%, berakhir di level 7.509,10. Sentimen negatif ini mewarnai hampir seluruh pergerakan pasar saham di sesi pagi.

Data perdagangan menunjukkan bahwa lebih banyak saham yang mengalami penurunan harga dibandingkan dengan yang menguat. Tercatat, 97 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 645 saham terperosok ke zona merah. Sebanyak 69 saham lainnya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga.

Pelemahan IHSG ini diikuti oleh penurunan di seluruh indeks sektoral. Sektor barang konsumen non-primer menjadi yang paling terpukul, anjlok hingga 4,78%. Sektor perindustrian dan energi juga mengalami koreksi signifikan, masing-masing turun 4,69% dan 3,79%.

IHSG Melemah pada Perdagangan Jumat (6/3) Pagi, BRPT, INKP, ISAT Jadi Top Losers LQ45

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup ramai, dengan total volume mencapai 19,13 miliar saham. Nilai transaksi yang tercatat hingga sesi I mencapai Rp 9,42 triliun.

Di tengah sentimen pasar yang kurang menggembirakan, beberapa saham yang tergabung dalam indeks LQ45 justru berhasil mencatatkan kinerja positif. Berikut adalah daftar saham-saham top gainers LQ45 hingga sesi I:

1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 2,89%
2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 0,80%
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) stabil di 0%

Sebaliknya, beberapa saham LQ45 lainnya menjadi top losers, mencatatkan penurunan harga yang cukup dalam. Inilah daftar saham-saham tersebut:

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 7,65%
2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun 7,21%
3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 6,81%

Ringkasan

Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 2,61% atau 201,43 poin, berakhir di level 7.509,10. Pelemahan ini diikuti oleh penurunan di seluruh indeks sektoral, dengan sektor barang konsumen non-primer menjadi yang paling terpukul. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume 19,13 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 9,42 triliun.

Beberapa saham LQ45 seperti ITMG dan INDF mencatatkan kenaikan, sementara saham-saham seperti BRPT, INKP, dan MAPI menjadi top losers dengan penurunan signifikan. BRPT memimpin penurunan dengan 7,65%, diikuti INKP dan MAPI masing-masing sebesar 7,21% dan 6,81%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *