Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari Selasa (7/4) dengan awalan yang positif, namun sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Setelah sempat dibuka menghijau, IHSG dengan cepat berbalik arah dan memasuki zona merah. Pada pukul 09.31 WIB, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 37,34 poin atau setara dengan 0,53%, sehingga berada pada level 6.952,08.
Pergerakan fluktuatif terlihat jelas sejak awal perdagangan. IHSG sempat mencicipi level tertinggi di 7.015,89 dan menguat tipis sebesar 0,17% ke level 7.001,28 saat pembukaan. Namun, tekanan jual kemudian mendominasi, menyeret IHSG hingga menyentuh level terendah di 6.942,62.
Data dari RTI menunjukkan bahwa sentimen pasar saat ini didominasi oleh tekanan jual. Jumlah saham yang mengalami penurunan tercatat sebanyak 303, jauh lebih banyak dibandingkan dengan 240 saham yang berhasil mencatatkan penguatan. Sementara itu, 177 saham lainnya terpantau stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume mencapai 5,52 miliar saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 2,24 triliun dari total 376 ribu kali transaksi.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bervariasi yang terjadi di bursa saham regional Asia. Beberapa indeks utama di kawasan Asia juga mengalami tekanan. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat turun 0,17%, sementara Straits Times Singapura melemah 0,21%. Di sisi lain, Shanghai Composite China masih menunjukkan tren positif dengan penguatan tipis sebesar 0,31%, sedangkan Hang Seng Hong Kong cenderung bergerak stabil atau stagnan.
Ringkasan
IHSG memulai perdagangan dengan positif namun kemudian berbalik arah dan turun. Pada pukul 09.31 WIB, indeks tercatat turun 0,53% ke level 6.952,08 setelah sempat menyentuh level tertinggi di 7.015,89. Tekanan jual mendominasi dengan lebih banyak saham yang turun dibandingkan yang naik.
Penurunan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bervariasi di bursa saham regional Asia. Beberapa indeks seperti Nikkei 225 Jepang dan Straits Times Singapura juga mengalami pelemahan, sementara Shanghai Composite China menunjukkan penguatan tipis.