IHSG Anjlok! Asing Kembali Borong Saham, OJK Beri Tanggapan

Shoesmart.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan Senin (2/2), terperosok ke zona merah dengan penurunan sebesar 4,88% dan berakhir di level 7.922,73. Meskipun penurunan ini tampak mengkhawatirkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pandangan yang lebih nuansa, menyoroti adanya sinyal positif yang tersembunyi di balik tekanan pasar.

Friderica Widyasari Dewi, Pjs Ketua dan Wakil Ketua OJK, menekankan pentingnya melihat penurunan indeks secara komprehensif. Menurutnya, terdapat perkembangan penting yang justru mengindikasikan sentimen investor yang mulai membaik. Penurunan ini tidak boleh dilihat secara terpisah dari faktor-faktor pendukung lainnya.

“Market kita hari ini memang ditutup turun 4,88 persen, dengan indeks di 7.922,73. Namun, di balik angka penurunan tersebut, ada aspek lain yang perlu kita perhatikan, dan ini merupakan hal yang sangat positif,” ungkap Friderica dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2).

Hansamu Yama Pecah Telur Sejak 2023! Ini 3 Fakta Menarik Penentu Kemenangan Arema FC Atas Persijap Jepara

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan OJK adalah pergerakan investor asing. Setelah mencatatkan penjualan bersih (net sale) selama empat hari berturut-turut, investor asing secara mengejutkan kembali melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp654,9 miliar pada perdagangan hari ini.

“Setelah empat hari berturut-turut asing melakukan net sale, hari ini mereka justru mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Ini adalah berita baik yang menunjukkan bahwa *foreign buy* kembali terjadi,” imbuhnya, memberikan sedikit angin segar di tengah sentimen negatif.

Friderica juga menjelaskan bahwa tekanan pasar tidak hanya dirasakan di Indonesia. Mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga mengalami pelemahan, bahkan dengan penurunan yang lebih dalam dibandingkan IHSG.

“Jika kita melihat secara regional, indeks-indeks di negara lain juga mengalami penurunan. Kospi Korea turun lebih dari 5 persen, sekitar 5,4 persen. Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok juga melemah. Bahkan, harga emas pun ikut terkoreksi hari ini,” tegasnya, menunjukkan bahwa pelemahan IHSG merupakan bagian dari tren global.

5 Zodiak Diprediksi Kaya Raya Februari 2026: Energi Semesta, Rezeki Besar, dan Titik Balik Finansial

Lebih lanjut, OJK berpendapat bahwa pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global daripada fundamental domestik. Oleh karena itu, penurunan indeks perlu dievaluasi dalam perspektif yang lebih luas dan tidak hanya terpaku pada faktor-faktor internal.

Selain pengaruh global, Friderica menambahkan bahwa tekanan pada IHSG juga disebabkan oleh aksi rebalancing portofolio yang dilakukan oleh investor. Saham-saham yang mengalami koreksi pada perdagangan hari ini sebagian besar adalah saham-saham yang sebelumnya telah mencatatkan kenaikan harga yang signifikan.

“Saham-saham yang turun hari ini adalah saham-saham yang selama ini harganya sudah tinggi. Jadi, wajar jika investor melakukan rebalancing portofolio,” jelasnya, memberikan pemahaman tentang dinamika pasar yang sedang terjadi.

Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental yang kuat justru menunjukkan resiliensi. Bahkan, beberapa di antaranya masih mampu mencatatkan penguatan, meskipun tipis, di tengah tekanan pasar. “Saham-saham yang fundamentalnya bagus itu naik, walaupun sedikit. Ini hal yang positif karena investor masih melihat nilai dan fundamental perusahaan,” pungkas Friderica, memberikan keyakinan akan potensi jangka panjang pasar modal Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah -4,88 persen atau 406,8 poin, sehingga berada di level 7.922. Data dari RTI Business menunjukkan bahwa pada penutupan perdagangan hari ini, terdapat 58 saham yang menguat, 720 saham yang melemah, dan 36 saham yang tidak mengalami perubahan (stagnan).

Sementara itu, volume transaksi perdagangan tercatat sebanyak 50.418 saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 29.175 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.949.040 kali.

Ringkasan

IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 4,88% pada penutupan perdagangan, mencapai level 7.922,73. OJK menyoroti bahwa di balik penurunan ini terdapat sinyal positif, yaitu kembalinya investor asing yang melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp654,9 miliar setelah empat hari berturut-turut melakukan penjualan bersih (net sale). OJK juga menjelaskan bahwa pelemahan IHSG sejalan dengan tren penurunan di bursa saham regional lainnya dan dipengaruhi oleh sentimen global serta aksi rebalancing portofolio.

Lebih lanjut, OJK menyampaikan bahwa tekanan pada IHSG juga disebabkan oleh aksi rebalancing portofolio oleh investor. Saham-saham yang mengalami penurunan adalah saham-saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga yang signifikan, sementara saham dengan fundamental kuat menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan penguatan. OJK menekankan pentingnya melihat nilai dan fundamental perusahaan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *