Shoesmart.co.id – JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan dinamika yang beragam selama sepekan terakhir, dari tanggal 18 hingga 22 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih mengalami tren penurunan dan ditutup pada level 6.162.
Dalam keterangan resminya yang dikutip pada Minggu (24/5/2026), BEI menjelaskan bahwa, “Pergerakan IHSG selama sepekan terkoreksi sebesar 8,35 persen dan ditutup pada level 6.162,045 dari posisi 6.723,320 pada pekan sebelumnya.”
Penurunan juga terjadi pada nilai kapitalisasi pasar BEI, yang menyusut 10,07 persen menjadi Rp 10.635 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 11.825 triliun. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 6,5 persen, menjadi 2,37 juta kali transaksi dibandingkan dengan 2,53 juta kali transaksi pada minggu sebelumnya.
Namun, di tengah tren penurunan tersebut, terdapat juga catatan positif. Rata-rata nilai transaksi harian justru mengalami peningkatan signifikan sebesar 15,68 persen, menjadi Rp 21,77 triliun dari Rp 18,82 triliun pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang naik sebesar 2,53 persen, mencapai 36,67 miliar lembar saham dari 35,76 miliar lembar saham pada minggu sebelumnya.
Sementara itu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 309,52 miliar pada akhir perdagangan pekan ini. Secara kumulatif, sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 41,63 triliun.
Menyadari dinamika pasar yang ada, BEI terus berupaya memperkuat kepercayaan investor, mengembangkan pasar modal syariah, meningkatkan literasi keuangan, serta memperdalam pasar di tengah gejolak pasar global. Berbagai aktivitas strategis telah dilakukan sepanjang pekan ini untuk mencapai tujuan tersebut.
Salah satu upaya tersebut adalah kunjungan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, ke Gedung BEI pada Selasa (19/5/2026). Kunjungan ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, dan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Dasco menyampaikan optimismenya terhadap prospek pasar modal Indonesia, meskipun IHSG tengah mengalami tekanan. BEI menyambut baik dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan pasar modal Indonesia yang sehat, teratur, dan berdaya saing. Di tengah volatilitas pasar global, koordinasi dan sinergi antar otoritas serta pelaku pasar menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan investor dan memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia.
Selain itu, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan OJK, menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertajuk “Elevate 2026: Indonesia Islamic Capital Market – 15 Years Rising Heading Worldwide” secara hybrid pada Rabu (20/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Main Hall BEI dan melalui platform digital.
Rangkaian kegiatan Elevate 2026, yang meliputi Islamic Finance News (IFN) Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026, menjadi refleksi atas berbagai tonggak penting dalam pengembangan pasar modal syariah Indonesia. Mulai dari peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, hingga implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS).
“Melalui kegiatan ini, BEI berharap dapat meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah, memperkuat positioning pasar modal syariah Indonesia di tingkat global, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi syariah di pasar modal Indonesia,” terang pihak BEI.
Upaya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal juga dilakukan melalui dukungan BEI dan SRO lainnya terhadap penyelenggaraan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Bandar Lampung pada Senin (18/5/2026) hingga Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda yang kini mendominasi basis investor domestik. SEPMT 2026 juga menjadi momentum untuk memperluas partisipasi investor domestik sekaligus memperkuat perlindungan investor melalui edukasi kewaspadaan terhadap investasi ilegal.
Selain aktivitas-aktivitas tersebut, selama periode 18—22 Mei 2026, BEI juga mencatatkan adanya pencatatan dua obligasi dan satu sukuk.
Pada Senin (18/5/2026), Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 oleh PT TBS Energi Utama Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nominal sebesar Rp175 miliar dan hasil pemeringkatan idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Dalam penerbitan obligasi ini, PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Selanjutnya, pada Jumat (22/5/2026), BEI mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Samudera Indonesia Tbk, serta Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk. Sukuk dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 700 miliar dan memperoleh hasil pemeringkatan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PEFINDO, dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Sementara itu, Obligasi dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 500 miliar dan memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi.
Secara keseluruhan, “Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 62 Emisi dari 41 Emiten senilai Rp 67,84 Triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 697 emisi dengan outstanding sebesar Rp 569,01 Triliun dan 148,82 juta dolar AS, diterbitkan oleh 135 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp 6.803,28 triliun dan 352,10 juta dolar AS. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak tujuh emisi senilai Rp 3,57 Triliun,” jelas BEI.
Ringkasan
Selama periode 18-22 Mei 2026, IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 8,35%, menutup pekan di level 6.162,045. Penurunan ini juga diikuti oleh penyusutan nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 10,07% menjadi Rp 10.635 triliun, serta penurunan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 6,5%. Meskipun demikian, terdapat peningkatan rata-rata nilai transaksi harian sebesar 15,68% menjadi Rp 21,77 triliun dan volume transaksi harian sebesar 2,53%.
BEI terus berupaya memperkuat kepercayaan investor melalui berbagai kegiatan, termasuk kunjungan Wakil Ketua DPR RI dan penyelenggaraan acara “Elevate 2026” untuk mengembangkan pasar modal syariah. Selain itu, BEI juga mendukung Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal. Selama periode tersebut, tercatat pula pencatatan dua obligasi dan satu sukuk di BEI.