Shoesmart.co.id, BATAM — Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya memperkuat fondasi pasar modal nasional, khususnya dalam hal transparansi dan kredibilitas. Upaya ini juga menyasar peningkatan kepercayaan investor di berbagai daerah, seiring dengan pengumuman terbaru dari MSCI Inc. mengenai evaluasi indeks saham global.
Aurelia, perwakilan BEI Kepulauan Riau, menegaskan bahwa BEI bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dengan MSCI. Tujuannya adalah memperkokoh posisi pasar modal Indonesia di mata para investor global.
“Masukan dari MSCI sangat berharga dalam upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia, termasuk bagi para investor di daerah seperti Kepulauan Riau,” ungkap Aurelia di Batam, Rabu (28/1/2026).
: IHSG Anjlok 8% Usai Pengumuman MSCI, Ini Arti dan Fungsi Trading Halt di BEI
Aurelia menjelaskan betapa strategisnya bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Hal ini disebabkan indeks MSCI menjadi salah satu acuan utama bagi investor global dalam mengalokasikan dana investasi mereka. Oleh karena itu, BEI bertekad untuk mendorong peningkatan bobot saham Indonesia melalui penguatan transparansi data pasar.
Sebagai langkah nyata, BEI telah mengumumkan data free-float saham secara komprehensif melalui situs resmi BEI sejak 2 Januari 2026. Data ini selanjutnya akan dipublikasikan secara rutin setiap bulan.
: BEI Terapkan Trading Halt Imbas Sentimen MSCI, Ratusan Saham Tumbang
“Langkah ini bertujuan untuk menyediakan informasi yang lebih akurat, andal, dan sesuai dengan praktik terbaik global, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor, termasuk investor ritel di Kepulauan Riau,” jelasnya.
Selain penguatan transparansi, BEI juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas perdagangan. Pada tanggal yang sama, 28 Januari 2026, BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43.13 WIB setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 8%. Perdagangan kemudian dibuka kembali pada pukul 14.13.13 WIB tanpa mengubah jadwal perdagangan.
: BEI Berlakukan Trading Halt Usai IHSG Anjlok 8% ke 8.261
Data RTI Business pada pukul 13.40 WIB menunjukkan bahwa IHSG terkoreksi 8% atau 718,44 poin ke level 8.261,78. Pergerakan IHSG berada dalam rentang 8.261 hingga 8.596.
Total perdagangan saham mencapai 45,39 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp31,92 triliun dan frekuensi sebanyak 2.95 juta kali. Tercatat 28 saham menguat, 768 saham melemah, dan 8 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat sebesar Rp14.985 triliun.
“Tindakan trading halt dilakukan untuk menjaga agar perdagangan saham tetap teratur, wajar, dan efisien, sesuai dengan ketentuan Bursa,” terang Aurelia.
Kebijakan trading halt ini mengacu pada Peraturan BEI Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Aurelia menambahkan, BEI Kepri terus mengimbau para investor di daerah untuk tetap tenang dan rasional dalam menyikapi dinamika pasar. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan informasi resmi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
“Dengan penguatan transparansi dan tata kelola yang konsisten, kami optimis pasar modal Indonesia, termasuk partisipasi investor di Kepulauan Riau, akan semakin kuat dan berdaya saing di tingkat global,” pungkasnya.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar modal, khususnya setelah pengumuman evaluasi indeks global oleh MSCI Inc. BEI, bersama SRO lainnya dan dukungan OJK, berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan MSCI untuk memperkokoh posisi pasar modal Indonesia di mata investor global, termasuk di Kepulauan Riau. Langkah nyata yang diambil adalah pengumuman data free-float saham secara komprehensif melalui situs resmi BEI sejak 2 Januari 2026, yang akan dipublikasikan rutin setiap bulan.
Selain itu, BEI melakukan trading halt pada 28 Januari 2026, setelah IHSG anjlok 8%, untuk menjaga stabilitas perdagangan. BEI Kepri mengimbau investor tetap tenang dan rasional, serta memanfaatkan informasi resmi sebagai dasar investasi. Dengan penguatan transparansi dan tata kelola, BEI optimis pasar modal Indonesia akan semakin kuat dan berdaya saing.