Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) digadang-gadang memiliki potensi kuat untuk menembus level psikologis baru pada tahun ini. Proyeksi optimis ini muncul meskipun dibayangi ketidakpastian geopolitik global dan potensi kebijakan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang kerap kali menjadi sorotan.
Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, secara tegas mengungkapkan rasa optimismenya terhadap kenaikan IHSG yang mampu menyentuh level 10.000. Keyakinan ini muncul di tengah banyaknya sentimen negatif dari eksternal yang berpotensi menekan pasar. Menurutnya, fundamental pasar domestik saat ini semakin mandiri dari modal asing, sebuah kondisi yang menjadikannya salah satu penopang utama pergerakan indeks tahun ini.
“Arah indeks kita masih cukup yakin level 10 ribu bisa kita tembus di tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut,” ujar Hans dalam sebuah Edukasi Wartawan yang membahas Arah IHSG di tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI, yang digelar pada Jumat (23/1/2026).
Strategi Portofolio Unggulan ala Hans Kwee 
Dalam kesempatan tersebut, Hans Kwee turut merinci sejumlah sektor yang dinilai memiliki resiliensi tinggi dan potensi pertumbuhan laba yang solid. Untuk kelompok saham berkapitalisasi pasar jumbo, atau sering disebut big cap, Hans menyoroti sektor perbankan dan telekomunikasi sebagai andalan investasi yang patut dipertimbangkan.
“Saham-saham big cap masih cukup menarik seperti BCA, Astra, dan Telkom,” terang Hans, memberikan contoh emiten yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi di pasar modal.
Selain itu, Hans juga menyebutkan bahwa emiten dari sektor konsumsi tak kalah menarik untuk dicermati. Beberapa nama yang disebutkannya meliputi Cimory, Mayora, MAPI, ICBP, dan AMRT, yang diperkirakan akan terus menunjukkan kinerja positif seiring daya beli masyarakat.
Sektor Energi dan Teknologi: Potensi yang Tak Boleh Diabaikan 
Tak hanya itu, saham-saham dari sektor energi juga dinilai krusial dan tidak boleh dilewatkan oleh para investor. Hal ini didasari oleh potensi kenaikan harga emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, serta kebutuhan energi yang tetap tinggi secara berkelanjutan.
“Untuk emas dan mining, ANTAM, BRMS, dan MDKA. Batu bara ITMG, AADI, dan PTBA. Mining ADMR dan ADRO. Itu masih menarik,” jelas Hans, memberikan daftar emiten yang bergerak di komoditas strategis tersebut.
Lebih lanjut, Hans Kwee juga melihat sektor teknologi terus menunjukkan perkembangan pesat. Pertumbuhan ini didorong oleh tren penurunan suku bunga dan masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI). Menurut Hans, AI saat ini belum membentuk bubble, melainkan justru berperan signifikan dalam meningkatkan produktivitas emiten, menjadikannya peluang investasi yang menjanjikan.
“Jadi (sektor) teknologi itu tetap menarik, tapi kita harus cari yang bisa jadi champion dari perusahaan teknologi tadi,” tegasnya, menyarankan investor untuk selektif dalam memilih saham teknologi.
Nasihat Penting Hans Kwee untuk Investor Bijak 
Sebagai penutup, Hans Kwee tak lupa memberikan pengingat penting kepada para investor agar tetap tenang dan tidak panik saat pasar mengalami koreksi mendalam. Sikap bijak ini sangat krusial dalam menghadapi volatilitas pasar.
“Pesan saya sederhana, jangan panik dan jangan euforia berlebihan. Pasar itu siklus, yang penting adalah memahami fundamental, manajemen risiko, dan disiplin dalam berinvestasi,” pungkas Hans, menekankan pentingnya strategi jangka panjang dan pengelolaan portofolio yang matang.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki potensi kuat untuk menembus level 10.000 pada tahun ini, meskipun dibayangi ketidakpastian geopolitik global. Hans Kwee dari Anugerah Mega Investama sangat optimis terhadap target ini, menekankan bahwa fundamental pasar domestik semakin mandiri dari modal asing sebagai penopang utama. Ia bahkan yakin IHSG dapat melampaui level tersebut.
Hans Kwee merekomendasikan sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi untuk saham berkapitalisasi besar. Sektor energi, pertambangan, dan teknologi yang didorong oleh AI juga dianggap menarik untuk investasi. Investor diingatkan untuk tetap tenang, memahami fundamental, menerapkan manajemen risiko, serta disiplin dalam berinvestasi.