IGAR Moncer 2025: Laba Champion Pacific Melesat Dua Digit!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar baik datang dari PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang menggembirakan sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Kamis (26/3/2026), IGAR membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 917,31 miliar pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 5,54% dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 869,13 miliar.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan ini berasal dari segmen farmasi yang mencapai Rp 820,05 miliar. Sementara itu, segmen non-farmasi turut menyumbang sebesar Rp 97,25 miliar.

Peningkatan pendapatan ini sejalan dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 4,70%, menjadi Rp 780,14 miliar dari Rp 745,14 miliar pada tahun sebelumnya.

Trimegah Bangun Persada (NCKL) Kolaborasi dengan Agrinas untuk Proyek TSF Obi-3

Meskipun beban pokok penjualan mengalami peningkatan, IGAR mampu mencatatkan pertumbuhan laba kotor sebesar 10,64%, menjadi Rp 137,17 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp 123,98 miliar pada tahun 2024.

Dari sisi operasional, beban penjualan tercatat mengalami kenaikan sebesar 7,06% menjadi Rp 17,90 miliar dari Rp 16,72 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat sebesar 7,75% menjadi Rp 34,33 miliar dari Rp 31,86 miliar.

Secara keseluruhan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, atau yang lebih dikenal sebagai laba bersih, tercatat sebesar Rp 59,46 miliar pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 18,87% dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada tahun 2024 yang sebesar Rp 50,02 miliar.

Ringkasan

PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) mencatatkan pertumbuhan positif dalam kinerja keuangan tahun 2025. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan meningkat 5,54% menjadi Rp 917,31 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen farmasi sebesar Rp 820,05 miliar.

Kenaikan pendapatan ini mendorong pertumbuhan laba kotor sebesar 10,64% menjadi Rp 137,17 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 59,46 miliar, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 18,87% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *