JAKARTA, Shoesmart.co.id — Saham Hybe Co., agensi yang menaungi grup K-pop mendunia, BTS (Bangtan Boys), mengalami penurunan tajam hingga 15% dalam perdagangan di Korea Exchange pada Senin (23 Maret 2026). Gelombang jual ini dipicu oleh konser comeback BTS yang, meskipun meriah, ternyata tidak mampu menarik jumlah penggemar sebanyak yang diantisipasi oleh otoritas setempat.
Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam satu hari (intraday) sejak Juni 2022. Laporan dari Chosun Ilbo, yang dikutip oleh Bloomberg, mengungkapkan bahwa konser yang berlangsung di Gwanghwamun Square hanya dihadiri oleh sekitar 104.000 penggemar. Angka ini jauh di bawah perkiraan awal kepolisian yang mencapai 260.000 orang.
Salah satu faktor yang disebut-sebut menjadi penyebabnya adalah penerapan pengendalian massa yang lebih ketat. Otoritas berupaya keras untuk menghindari terulangnya tragedi Itaewon, sehingga pembatasan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.
Baca Juga: Album Arirang BTS Cetak Rekor, Terjual 3,98 Juta Kopi di Hari Pertama
Meskipun demikian, konser comeback BTS tetap menjadi sorotan. Pertunjukan tersebut disiarkan secara langsung melalui platform Netflix, dan data jumlah penonton daring diperkirakan akan segera dirilis. Dalam konser berdurasi satu jam tersebut, BTS memukau penggemar dengan membawakan 12 lagu, termasuk lagu-lagu dari album terbaru mereka, Arirang, serta hits ikonik seperti “Butter” dan “Dynamite”. Penampilan memukau ini berhasil menduduki puncak peringkat harian Netflix di berbagai negara, termasuk Korea Selatan.
Kembalinya BTS ke panggung global ini sangat dinantikan setelah hampir empat tahun hiatus karena kewajiban wajib militer yang harus dijalani oleh seluruh anggota grup. Setelah comeback ini, BTS juga telah menjadwalkan tur dunia besar-besaran dengan 82 jadwal konser yang telah ludes terjual, membuktikan popularitas mereka yang tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Pemerintah Korea Selatan Perketat Penindakan Calo Tiket Konser BTS, Fans Diminta Beli dari Jalur Resmi
Respon awal terhadap album terbaru BTS, Arirang, terbilang sangat positif. Album ini langsung merajai tangga lagu Spotify, dan beberapa lagunya juga menduduki peringkat teratas di platform musik digital lainnya, termasuk Spotify dan iTunes. Penjualan album fisik juga mencatatkan rekor fantastis, mendekati angka 4 juta kopi hanya pada hari pertama perilisan.
Kinerja BTS memiliki dampak signifikan bagi Hybe. Meskipun perusahaan telah melakukan ekspansi global melalui akuisisi label di berbagai negara, BTS tetap menjadi tulang punggung dan kontributor utama pendapatan perusahaan. Selama masa hiatus grup, pertumbuhan laba Hybe tercatat mengalami perlambatan, menggarisbawahi betapa pentingnya BTS bagi keberlangsungan bisnis agensi tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Bacaan Sastra untuk Mengisi Momen Libur Lebaran 2026
Ringkasan
Saham Hybe Co., agensi BTS, mengalami penurunan tajam hingga 15% akibat konser comeback BTS yang jumlah penontonnya di bawah ekspektasi. Konser di Gwanghwamun Square hanya dihadiri sekitar 104.000 penggemar, jauh dari perkiraan awal 260.000, yang dipicu pengendalian massa yang lebih ketat.
Meskipun begitu, konser tersebut tetap sukses ditayangkan di Netflix dan album terbaru BTS, Arirang, mencetak rekor penjualan serta merajai tangga lagu. BTS tetap menjadi tulang punggung pendapatan Hybe, dan kembalinya mereka ke panggung global sangat dinantikan setelah hiatus selama 4 tahun.