HOPE Caplok 99% Saham Tambang Meranti, Siapkan Dana Rp317 Miliar

Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) tengah bersiap untuk memperbesar cakupan bisnisnya di sektor pertambangan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peningkatan signifikan kepemilikan saham di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS), dari sebelumnya hanya 4,3% menjadi dominasi sebesar 99%.

Bagaimana HOPE akan mewujudkan ambisi ini? Melalui dua mekanisme utama: partisipasi dalam penerbitan saham baru oleh TMMS dan pembelian saham dari para pemegang saham lama. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen HOPE menjelaskan bahwa TMMS akan menerbitkan saham baru. Dengan mengambil bagian dalam aksi korporasi ini, HOPE akan menguasai 21,57% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh TMMS setelah penerbitan saham baru tersebut.

Tidak berhenti di situ, HOPE juga akan mengakuisisi saham TMMS yang dimiliki oleh para pemegang saham lama. Dengan kombinasi kedua langkah ini, HOPE akan menggenggam kendali atas TMMS dengan kepemilikan saham mencapai 99%.

Manajemen HOPE menekankan bahwa transaksi ini merupakan aksi korporasi material yang memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini disebabkan nilai transaksi yang melampaui 50% dari ekuitas perusahaan, 20% dari total aset perusahaan, dan pendapatan TMMS yang melebihi 20% dari total penjualan HOPE.

Selain itu, transaksi ini juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Mengapa demikian? Karena terdapat kesamaan anggota direksi, pengurus, dewan komisaris, atau pengawas antara HOPE dan TMMS, seperti Kevin Jong, Herryan Syahputra, Wimba Prambada, dan Rino Yosiaki Manangkalangi. Lebih lanjut, Kevin Jong juga merupakan pihak yang memiliki kendali atas kedua perusahaan tersebut.

Untuk berpartisipasi dalam penerbitan saham baru TMMS, HOPE mengalokasikan dana sebesar Rp 60 miliar untuk membeli 1 juta saham baru, yang mewakili 18,05% kepemilikan. Ini berarti setiap saham TMMS dihargai Rp 60. Dana segar yang diperoleh TMMS dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk berbagai keperluan strategis.

Sebagian besar dana, sekitar Rp 51 miliar, akan digunakan untuk memperkuat armada operasional TMMS dengan membeli 30 unit *dump truck* 10 roda berkapasitas 20 ton. Setiap unit *dump truck* diperkirakan menelan biaya Rp 1,7 miliar. Sisa dana, sebesar Rp 9 miliar atau 15%, akan dimanfaatkan sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional TMMS.

Langkah selanjutnya, HOPE akan menggelontorkan dana sebesar Rp 257,42 miliar untuk membeli 4.290.318.296 saham TMMS dari para pemegang saham lama, dengan harga yang sama, yaitu Rp 60 per saham. Dengan demikian, total dana yang disiapkan HOPE untuk mengakuisisi mayoritas saham TMMS mencapai Rp 317,42 miliar.

Lalu, mengapa TMMS begitu penting bagi HOPE? Karena TMMS memiliki bisnis yang menjanjikan di bidang kontraktor tambang, penyewaan alat berat, perusahaan pertambangan, perdagangan komoditas, serta jasa *stevedoring* dan penyedia *jetty*.

Dengan mengakuisisi TMMS, HOPE yang selama ini dikenal sebagai perusahaan di bidang industri pembuatan karoseri truk dan kendaraan komersial, berharap dapat merambah bisnis pertambangan secara terintegrasi. Akuisisi ini akan memungkinkan HOPE untuk menawarkan solusi *one-stop solution* di sektor pertambangan, mulai dari pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (*overburden*), penggalian, pengangkutan, persiapan infrastruktur, hingga reklamasi areal bekas tambang.

Untuk merealisasikan ambisi bisnis ini, HOPE akan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan. Sebesar Rp 4,68 miliar akan diambil dari dana kas internal perusahaan. Selain itu, HOPE juga akan mengalihkan penggunaan dana yang diperoleh saat IPO sebesar Rp 55,32 miliar dan dana hasil *rights issue* sebesar Rp 257,42 miliar.

Sebagai bagian dari strategi pendanaan, HOPE berencana menerbitkan 2.130.360.203 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 125 per saham melalui mekanisme *rights issue*. *Rights issue* ini akan dilaksanakan dengan rasio 1:1, yang berarti setiap pemegang 1 saham lama berhak untuk membeli 1 saham baru.

Keputusan penting terkait rencana strategis ini akan dibahas dalam RUPS yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 24 April 2026, pukul 15.30 WIB di Hotel Fraser Setiabudi Jakarta. Pada penutupan perdagangan hari Selasa (17/3/2026), harga saham HOPE ditutup pada level Rp 228 per saham, mengalami kenaikan sebesar 12,87% dibandingkan hari sebelumnya.

Ringkasan

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) berencana meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) dari 4,3% menjadi 99% melalui penerbitan saham baru dan pembelian saham dari pemegang saham lama. Untuk merealisasikan hal ini, HOPE menyiapkan dana sebesar Rp 317,42 miliar yang akan digunakan untuk membeli saham baru dan saham dari pemegang saham lama TMMS.

Akuisisi TMMS akan memperluas cakupan bisnis HOPE ke sektor pertambangan, menawarkan solusi terintegrasi mulai dari pengupasan lahan hingga reklamasi. Pendanaan akan berasal dari kas internal, pengalihan dana IPO dan rights issue sebelumnya, serta rencana penerbitan rights issue baru. Keputusan terkait akuisisi ini akan dibahas dalam RUPS yang dijadwalkan pada 24 April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *