MANADO – Festival Hijrah Sulut Fest diharapkan menjadi katalisator penguatan ekosistem halal, inklusif, dan hijau di Sulawesi Utara. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara, Joko Supratikto. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah strategis untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan ekosistem yang berkelanjutan tersebut.
“Festival Halal, Inklusif, dan Hijau Ramadhan Sulut Tahun 2026 ini mencerminkan implementasi tiga pilar industri keuangan dan literasi syariah (Iklas) di Sulawesi Utara,” jelas Joko saat puncak acara Hijrah Sulut Fest 2026 di Manado, Sabtu (28/2/2026) malam. Acara ini dipandang sebagai simbol komitmen bersama untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Lebih lanjut, Joko Supratikto menekankan bahwa BI ingin mendorong perkembangan usaha halal, memperluas akses keuangan syariah, meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat, dan memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan melalui festival ini.
“Harapan kami, ekonomi Sulawesi Utara dapat tumbuh lebih inklusif dan hijau, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat pada tahun 2026 dan seterusnya,” imbuhnya. Festival ini sendiri telah berlangsung sejak 18 Februari dan akan berakhir pada 15 Maret 2026 di Lapangan Parkir Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun memberikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dalam memajukan ekonomi syariah di wilayah tersebut. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melalui Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Darwin Muksin, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah daerah siap bersinergi agar ekosistem ini semakin kuat dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Darwin Muksin. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BI Sulut atas dukungan rutin dan konsisten dalam pengembangan ekonomi syariah.
Darwin menambahkan bahwa ekonomi syariah merupakan instrumen pembangunan inklusif yang dapat mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas, memperluas akses pembiayaan, serta membuka peluang usaha berbasis halal yang semakin diminati di pasar global.
Hijrah Sulut Fest 2026 juga menjadi wujud dukungan terhadap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulut yang telah terbentuk sejak Maret 2024.
Ke depannya, diharapkan kolaborasi antara BI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dapat menjadikan Sulawesi Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Indonesia timur. Dengan sinergi yang kuat, potensi ekonomi syariah di Sulawesi Utara dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Ringkasan
Hijrah Sulut Fest 2026 diharapkan menjadi katalisator penguatan ekosistem halal, inklusif, dan hijau di Sulawesi Utara. Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mendorong ajang ini sebagai wadah strategis untuk menyinergikan pemangku kepentingan dalam memajukan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Festival ini diharapkan dapat mendorong perkembangan usaha halal, memperluas akses keuangan syariah, serta meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan apresiasi dan siap berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut.