JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan tegas mengklarifikasi peredaran kabar yang menyebut Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menemukan data uang triliunan rupiah milik Presiden RI Joko Widodo yang tersimpan di bank-bank Tiongkok. Kemenkeu memastikan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong, atau lebih dikenal dengan istilah hoaks, yang sengaja disebarkan.
Melalui akun media sosial resminya, @ppid.kemenkeu, pada Rabu (14/1/2026), Kemenkeu menyatakan dengan gamblang, “Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di Bank China adalah tidak benar atau hoaks.” Penegasan ini disampaikan untuk menepis informasi palsu yang berpotensi menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Keuangan juga mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap penyebaran berita-berita yang tidak bertanggung jawab. Kemenkeu secara spesifik meminta publik untuk tidak mudah percaya pada informasi keliru yang mengatasnamakan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa atau pihak berwenang lainnya, demi menjaga integritas informasi publik.
Sebagai bukti klarifikasi, akun @ppid.kemenkeu turut menampilkan tangkapan layar dari pemberitaan yang menyebarkan informasi palsu tersebut. Pemberitaan yang beredar dengan judul sensasional ‘Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Simpan di bank China, Maksa 3 Periode Ternyata ini Jawabannya’ yang dimuat oleh publikasi Info Nasional.id, secara jelas diberi cap ‘hoaks’ oleh Kemenkeu.
Mengutip isi pemberitaan Info Nasional.id yang diunggah satu hari sebelum klarifikasi Kemenkeu, yakni pada Rabu (14/1/2026), narasi tersebut berbunyi:
“Publik kembali diguncang oleh sebuah temuan serius yang tidak bisa lagi dianggap sebagai isu pinggiran. Dalam pusaran aliran dana tak wajar yang terjadi selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, muncul satu fakta yang memicu tanda tanya besar, terdeteksinya keterlibatan banyak bank asal Tiongkok dalam jalur pergerakan dana mencurigakan lintas negara.”
“Ini bukan gosip warung kopi. Ini bukan pula sekedar opini pribadi. Ini adalah indikasi sistemik yang menuntut penjelasan negara.”
“Temuan ini berangkat dari analisis aliran transaksi lintas perbankan internasional, kerja sama data intelijen keuangan, serta laporan aktivitas keuangan tidak lazim yang melewati batas yurisdiksi nasional. Dalam sejumlah jalur tersebut, nama bank-bank berbasis di Tiongkok berulang kali muncul sebagai simpul perantara, baik sebagai transit, koresponden, maupun penampung sementara dana dalam jumlah besar.”
Unggahan hoaks yang berbentuk video tersebut, pada Rabu (14/1/2026) petang, terpantau telah mendapatkan sekitar 6.400 suka, 1.541 komentar, dan dibagikan ulang (repost) sebanyak sekitar 500 kali. Angka ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran informasi palsu tersebut sebelum akhirnya berhasil diklarifikasi oleh pihak berwenang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa – (Republika/Eva Rianti)
Ringkasan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengklarifikasi kabar yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang triliunan rupiah milik Presiden Joko Widodo di bank-bank Tiongkok. Kemenkeu dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong atau hoaks yang sengaja disebarkan. Klarifikasi ini disampaikan melalui akun media sosial resmi @ppid.kemenkeu pada Rabu (14/1/2026) untuk menepis informasi palsu.
Kabar hoaks ini berasal dari pemberitaan “Info Nasional.id” dengan judul sensasional, yang menampilkan narasi temuan aliran dana mencurigakan melibatkan bank-bank Tiongkok. Unggahan berbentuk video tersebut telah mendapatkan ribuan suka dan dibagikan ulang secara luas sebelum diklarifikasi. Kemenkeu mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak mudah percaya pada informasi palsu yang mengatasnamakan pihak berwenang.