Harga Perak Terbang Tinggi: Apa Pemicunya? Analisis Lengkap!

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Harga perak mengalami lonjakan signifikan, naik 4% hingga mencapai sekitar US$ 74 per ons troi pada hari Rabu (25/3). Kenaikan ini menandai sesi positif ketiga berturut-turut, dipicu oleh meningkatnya optimisme terkait potensi berakhirnya konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Dorongan utama di balik reli harga perak ini adalah laporan mengenai upaya Amerika Serikat untuk menjalin pembicaraan dengan Iran. Berbagai media Israel mengindikasikan bahwa Washington tengah mengupayakan gencatan senjata selama sebulan sebagai langkah awal untuk memfasilitasi negosiasi. Lebih lanjut, New York Times melaporkan bahwa AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran dengan tujuan untuk menyelesaikan konflik secara komprehensif.

Sentimen pasar yang membaik ini terus berlanjut, bahkan setelah Presiden AS saat itu, Donald Trump, memerintahkan penempatan sekitar 2.000 tentara tambahan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil seiring dengan pertimbangan pemerintah untuk berbagai opsi dalam rangka mengurangi kendali Iran atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang vital bagi perdagangan energi global.

Sebelumnya, seperti yang dikutip dari Tradingeconomics pada hari Rabu (25/3), harga perak sempat mengalami penurunan tajam hingga 37% dari level tertinggi pada bulan Maret. Penurunan ini disebabkan oleh lonjakan harga energi akibat ketegangan dengan Iran yang memicu kekhawatiran inflasi. Kekhawatiran ini kemudian memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral utama dunia mungkin akan mengambil langkah menaikkan suku bunga pada tahun tersebut.

Menambah kekhawatiran pasar, Gubernur Federal Reserve, Michael Barr, menyatakan bahwa bank sentral AS mungkin perlu mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk jangka waktu tertentu guna memerangi inflasi yang masih menjadi tantangan.

Ringkasan

Harga perak mengalami kenaikan signifikan sebesar 4% hingga mencapai sekitar US$ 74 per ons troi, didorong oleh optimisme terkait potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah. Kenaikan ini dipicu oleh laporan tentang upaya Amerika Serikat untuk menjalin pembicaraan dengan Iran, yang berupaya mencapai gencatan senjata dan negosiasi lebih lanjut.

Sebelumnya, harga perak sempat turun tajam akibat lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh ketegangan dengan Iran. Gubernur Federal Reserve juga menyatakan kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi untuk memerangi inflasi, menambah kekhawatiran pasar sebelum akhirnya sentimen membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *