Harga Minyak Turun Hari Ini: Setelah Melonjak Tinggi Kemarin!

JAKARTA. Harga minyak mentah mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (6 Maret 2026) pagi, setelah sebelumnya melonjak signifikan. Pada pukul 07.31 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 79,40 per barel, turun 1,99% dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai US$ 81,01 per barel.

Menurut laporan Bloomberg, koreksi harga minyak ini dipicu oleh indikasi dari Presiden AS Donald Trump mengenai langkah-langkah segera yang akan diambil untuk meredakan tekanan harga.

Meskipun demikian, secara keseluruhan, harga minyak diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi sejak tahun 2022. Pemicunya adalah konflik yang berkecamuk di Timur Tengah, yang menyebabkan gangguan signifikan di seluruh pasar energi.

Konflik Timur Tengah Picu Tekanan Bahan Baku, Stok Avian (AVIA) Masih Aman Dua Bulan

Situasi semakin diperkeruh dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kepada NBC News, yang menegaskan bahwa negaranya tidak mengusulkan gencatan senjata dan tidak memiliki niat untuk bernegosiasi.

Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan udara ke Teheran. Di sisi lain, Trump menyampaikan kepada Axios bahwa ia merasa perlu terlibat dalam pemilihan pengganti Ayatollah Ali Khamenei.

Pasar minyak global saat ini tengah dilanda ketidakpastian akibat konflik yang meluas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Meningkatnya ketegangan geopolitik ini berpotensi mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital yang mengancam pasokan minyak global.

Cek Rekomendasi Teknikal Saham MEDC, TOWR, SILO untuk Jumat (6/3)

Goldman Sachs Group Inc. memperingatkan bahwa penutupan jalur perairan dalam jangka waktu yang lama dapat mendorong harga minyak naik lebih tinggi lagi.

“Ada kemungkinan kita akan melihat harga Brent melampaui ambang batas US$ 100 per barel,” ujar Samantha Dart, salah satu kepala riset komoditas global di Goldman Sachs Inc., seperti yang dikutip oleh Bloomberg.

Ringkasan

Harga minyak mentah mengalami penurunan pada Jumat pagi setelah sebelumnya melonjak tajam. Penurunan ini dipicu oleh indikasi dari Presiden AS mengenai langkah-langkah untuk meredakan tekanan harga. Harga WTI turun 1,99% menjadi US$ 79,40 per barel.

Secara keseluruhan, harga minyak diperkirakan mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi sejak 2022 akibat konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan AS mengancam pasokan minyak global, dengan potensi gangguan di Selat Hormuz. Goldman Sachs memperingatkan harga Brent bisa melampaui US$ 100 per barel jika jalur perairan ditutup dalam jangka waktu lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *