Harga Minyak Naik: Peluang Cuan Saham ESLA, APEX & RUIS!

Shoesmart.co.id Jakarta. Kenaikan harga minyak dunia diperkirakan menjadi angin segar bagi emiten yang bergerak di sektor jasa penunjang minyak dan gas (migas). Analis memprediksi sejumlah saham emiten jasa migas berpotensi memberikan keuntungan (cuan) besar bagi para investor.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak signifikan hingga 14,28% dalam sepekan terakhir, mencapai US$ 92,58 per barel pada hari Kamis (12/3) pukul 19.05 WIB. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Brent yang melesat 14,53% ke level US$ 97,98 per barel dalam periode yang sama.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, berpendapat bahwa harga minyak yang tinggi cenderung mendorong para produsen migas untuk meningkatkan aktivitas pengeboran dan pengembangan lapangan baru.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai jasa penunjang migas, mulai dari layanan drilling, survei seismik, hingga offshore support. Alhasil, emiten jasa migas berpeluang mendapatkan kontrak baru dan meningkatkan kinerja keuangannya.

Sejumlah Emiten Siapkan Rights Issue Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis

Lebih lanjut, jika permintaan jasa terus meningkat, perusahaan jasa migas juga berpotensi meningkatkan belanja modal (capex) untuk menambah kapasitas operasional, seperti rig pengeboran, peralatan pendukung, hingga kapal offshore.

“Peningkatan aktivitas hulu biasanya mendorong perusahaan untuk memperluas armada atau teknologi agar dapat menangkap peluang kontrak baru. Hal ini berpotensi meningkatkan kebutuhan pendanaan, baik melalui pinjaman maupun sumber pembiayaan lainnya,” ujar Abida pada Kamis (12/3/2026).

Namun, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, mengingatkan bahwa sebagian emiten jasa migas cenderung berhati-hati dalam melakukan ekspansi capex. Hal ini disebabkan oleh karakteristik industri migas yang sangat fluktuatif.

Menurutnya, sumber pendanaan capex biasanya berasal dari kombinasi kas internal, pinjaman bank, hingga refinancing utang.

Tonton: Prabowo Sebut Danantara Bikin Investor Luar Negeri Kaget

Strategi Emiten Jasa Migas

Lantas, bagaimana strategi yang perlu diterapkan emiten jasa migas agar dapat memaksimalkan peluang kinerja pada tahun ini? Peningkatan utilisasi aset serta perluasan kontrak jangka panjang dengan operator migas menjadi kunci utama.

Selain itu, efisiensi operasional menjadi sangat penting untuk menjaga margin keuntungan di tengah fluktuasi biaya.

“Diversifikasi layanan seperti jasa pemeliharaan lapangan, digital oilfield, hingga layanan energi terintegrasi dapat menjadi strategi untuk memperluas sumber pendapatan,” kata Arinda.

Meskipun prospeknya menarik, sektor jasa migas tetap menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah volatilitas harga minyak dan gas dunia, potensi keterlambatan proyek eksplorasi, hingga tekanan biaya operasional akibat inflasi energi dan logistik.

Arinda menambahkan, emiten jasa migas yang memiliki backlog kontrak yang kuat, tingkat utilisasi alat yang tinggi, serta struktur keuangan yang sehat akan lebih mampu menghadapi siklus industri yang fluktuatif.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menambahkan bahwa perusahaan jasa migas juga perlu meningkatkan efisiensi operasional saat harga minyak berada di level tinggi.

Selain itu, emiten dapat memperluas portofolio layanan bernilai tambah tinggi serta memperkuat kolaborasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menjadi operator lapangan migas di Indonesia.

“Diversifikasi layanan menjadi kunci agar emiten jasa migas tidak hanya bergantung pada satu jenis layanan saja,” jelasnya.

Secara umum, subsektor jasa migas kembali dilirik investor karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap kenaikan harga minyak. Ketika aktivitas eksplorasi dan produksi meningkat, kinerja emiten jasa migas biasanya ikut terdongkrak, sehingga berpotensi memicu rerating valuasi saham.

Tonton: Prabowo Minta Danantara Setor Rp 800 Triliun per Tahun ke Negara

Rekomendasi Saham Jasa Migas

Berikut adalah rekomendasi saham jasa migas menurut analis:

– PT Elnusa Tbk (ELSA): Buy on Weakness, target harga Rp 900 per saham
– PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX): Buy on Weakness, target harga Rp 200 per saham
– PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS): Speculative Buy, target harga Rp 280 per saham

Di sisi lain, Arinda menjagokan saham ELSA sebagai pilihan utama di subsektor jasa migas. Emiten ini dinilai memiliki diversifikasi bisnis yang kuat serta kontrak yang relatif stabil.

Arinda menargetkan saham ELSA berpotensi bergerak menuju level Rp 850 per saham. Pada perdagangan Kamis 12 Maret 2026, harga saham ELSA ditutup di level 745, turun 5 poin atau 0,67% dibandingkan sehari sebelumnya.

Ringkasan

Kenaikan harga minyak dunia diprediksi membawa angin segar bagi emiten di sektor jasa penunjang minyak dan gas (migas), mendorong peningkatan aktivitas pengeboran dan pengembangan lapangan baru. Analis melihat potensi peningkatan permintaan terhadap jasa penunjang migas seperti layanan drilling dan survei seismik, yang berpeluang meningkatkan kinerja keuangan emiten jasa migas melalui kontrak baru.

Beberapa emiten jasa migas yang direkomendasikan adalah PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS). Analis menyoroti pentingnya peningkatan utilisasi aset, perluasan kontrak jangka panjang, dan efisiensi operasional bagi emiten jasa migas untuk memaksimalkan peluang kinerja di tengah fluktuasi industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *