Shoesmart.co.id, JAKARTA – Harga buyback emas Antam menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 18,09% sepanjang tahun 2026 hingga hari Jumat (6/3/2026). Data dari Logam Mulia pada hari yang sama mencatat penurunan harga buyback sebesar Rp32.000 menjadi Rp2.787.000. Angka ini sedikit menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercatat pada akhir Januari 2026, yakni Rp2.989.000.
Meskipun demikian, performa buyback emas Antam tetap solid dengan pertumbuhan 18,09% sejak awal tahun 2026. Harga ini menjadi acuan bagi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dalam melakukan pembelian kembali emas dengan ukuran 1 gram.
Baca Juga: Ramalan Nasib Pergerakan Harga Emas Pekan Kedua Maret 2026
Buyback emas sendiri merupakan mekanisme penjualan kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. Umumnya, harga buyback memang lebih rendah dibandingkan harga jual saat itu. Namun, potensi keuntungan tetap terbuka lebar jika terdapat selisih harga yang signifikan antara harga jual awal dan harga buyback.
Baca Juga: Ditopang Harga Emas, Antam (ANTM) Masih Jadi Saham RI Pilihan JP Morgan Edisi Maret 2026
Perlu diingat, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. PPh 22 ini akan dipotong langsung dari total nilai buyback.
Pergerakan harga emas Antam ukuran 1 gram dan harga buyback emas Antam umumnya selaras dengan dinamika harga logam mulia di pasar global.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (6/3) Turun Rp25.000, Dibanderol Rp3,02 Juta per Gram
Seperti yang diberitakan Bisnis sebelumnya pada Jumat (6/3/2026), harga emas sempat mendekati level US$5.090 per ounce pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks dolar AS mengalami kenaikan sebesar 0,4% kemarin, dan US Treasuries mencatatkan penurunan selama empat hari berturut-turut.
Pada pukul 7.24 pagi waktu Singapura, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan tipis sebesar 0,2% ke level US$5.093,63 per ounce. Harga perak juga mengikuti tren positif dengan kenaikan 0,3% ke US$82,47.
Situasi geopolitik, terutama konflik antara AS-Israel dengan Iran, turut memengaruhi pergerakan harga emas. Ketegangan ini memicu lonjakan harga minyak dan mendorong pelaku pasar untuk menurunkan ekspektasi terkait pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
Kuatnya nilai dolar dan tingginya biaya pinjaman biasanya memberikan tekanan negatif pada harga emas.
Pasar global masih diliputi ketegangan seiring dengan memasuki hari ketujuh konflik. Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone di wilayah Teluk pada Kamis malam, menargetkan kilang minyak di Bahrain. Sementara itu, Israel membalas dengan serangan udara di Teheran, dan AS memutuskan untuk menangguhkan operasi di kedutaannya di Kuwait.
Ringkasan
Harga buyback emas Antam mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,09% sepanjang tahun 2026. Meskipun sempat turun menjadi Rp2.787.000 pada hari Jumat (6/3/2026), angka ini tetap menunjukkan performa yang solid. Harga buyback ini menjadi acuan bagi Antam dalam membeli kembali emas ukuran 1 gram.
Pergerakan harga emas Antam dan buyback dipengaruhi oleh dinamika harga logam mulia global. Konflik geopolitik, seperti ketegangan antara AS-Israel dengan Iran, juga turut memengaruhi harga emas. Penjualan kembali emas batangan ke Antam di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (dengan NPWP) atau 3% (tanpa NPWP).