Harga Batu Bara Terbang: Rekomendasi Saham Analis Pekan Ini!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan dalam perdagangan pekan lalu setelah libur panjang Lebaran usai. IHSG terkoreksi tipis 0,14%, tertekan oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan outflow sebesar Rp3,8 triliun.

Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), mengungkapkan bahwa sentimen global, terutama ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.

Kondisi geopolitik tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi di Selat Hormuz, yang kemudian mendorong harga minyak mentah melonjak hingga mendekati US$99 per barel.

“Kenaikan harga minyak ini memicu efek domino, yang turut mendongkrak harga batu bara hingga menembus level US$140 per ton,” jelas Imam dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).

Lonjakan harga batu bara juga diperkuat oleh perubahan pola konsumsi energi global. Beberapa negara, termasuk Jepang, mulai meningkatkan penggunaan batu bara sebagai alternatif energi yang dianggap lebih stabil.

Namun, di tengah sentimen negatif, sektor agrikultur justru memberikan angin segar. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia stabil di level MYR4.600 per ton, didorong oleh peningkatan ekspor dan daya tarik biofuel seiring dengan kenaikan harga minyak.

Dari dalam negeri, percepatan implementasi program biodiesel B50 menjadi katalis positif bagi sektor ini. Meskipun demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi perlambatan permintaan dari India dan China.

Imam Gunadi melihat bahwa dinamika global ini memberikan dampak yang beragam bagi pasar domestik. Di satu sisi, nilai tukar rupiah tertekan dan terjadi arus keluar dana asing. Namun, di sisi lain, muncul peluang menarik pada saham-saham berbasis komoditas.

“Emiten di sektor energi dan CPO menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kenaikan harga komoditas global. Selain itu, emiten yang berorientasi ekspor juga berpotensi meraup keuntungan dari pelemahan nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, pasar saat ini berada dalam fase wait and see dengan volatilitas yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian terkait perkembangan konflik geopolitik dan arah harga energi global.

IPOT memproyeksikan bahwa pergerakan IHSG cenderung sideways di kisaran 6.745 hingga 7.323 dalam jangka pendek.

Memasuki pekan yang dimulai pada 30 Maret hingga 2 April 2026, pelaku pasar akan terus mencermati berbagai sentimen global dan domestik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pidato Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Selain itu, pasar juga akan menantikan rilis data manufaktur China, data inflasi domestik Indonesia, serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi arus dana ke pasar negara berkembang.

Dalam kondisi pasar yang dinamis ini, IPOT merekomendasikan beberapa saham untuk strategi trading jangka pendek. Di sektor energi, investor dapat mempertimbangkan saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp2.700.

Selanjutnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan untuk buy on pullback dengan target harga Rp3.240, didukung oleh kombinasi eksposur pasar global dan domestik yang kuat.

Di sektor agrikultur, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dinilai menarik dengan target harga Rp1.415, sejalan dengan prospek positif harga CPO.

Sebagai alternatif yang lebih defensif, IPOT juga merekomendasikan reksadana berbasis indeks dividen tinggi, yaitu Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) dengan target harga Rp678.

Ringkasan

IHSG mengalami pelemahan akibat aksi jual investor asing dan sentimen global, terutama ketegangan geopolitik yang mendorong harga minyak dan batu bara naik. Lonjakan harga batu bara didukung oleh peningkatan penggunaan batu bara sebagai alternatif energi oleh beberapa negara. Sektor agrikultur diuntungkan oleh stabilnya harga CPO dan implementasi program biodiesel B50.

IPOT memproyeksikan IHSG sideways dan merekomendasikan saham ADRO dengan target harga Rp2.700, PTBA untuk buy on pullback dengan target harga Rp3.240, dan LSIP dengan target harga Rp1.415. Selain itu, reksadana XIHD juga direkomendasikan sebagai alternatif yang lebih defensif dengan target harga Rp678.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *