GOLF Catat Kenaikan Pendapatan 8,9% di 2025: Berkat New Kuta Golf!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), emiten yang bergerak di bidang pengelolaan lapangan golf, berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun 2025. Meskipun demikian, laba bersih perusahaan mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp 215,5 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 8,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 197,9 miliar.

Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, mengungkapkan bahwa pencapaian positif ini didorong oleh performa proyek New Kuta Golf yang memberikan kontribusi sebesar Rp 182,3 miliar terhadap total pendapatan perusahaan.

“Pendapatan dari segmen golf tumbuh pesat sebesar 28,7% yoy menjadi Rp 82,3 miliar. Hal ini didorong oleh semakin meningkatnya daya tarik New Kuta Golf, seiring dengan berbagai inisiatif peningkatan kualitas lapangan dan kawasan yang telah kami lakukan sepanjang tahun,” jelasnya dalam siaran pers yang dirilis pada Jumat (27/3/2026).

Saham PLAN, UANG, GOLF dan PGUN Masuk Radar UMA di BEI Mulai Hari Ini (23/1)

Peningkatan kualitas yang dimaksud, lanjut Dwi, meliputi renovasi lapangan serta penambahan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang bertujuan untuk memperkaya pengalaman bermain golf bagi para pengunjung.

Selain segmen golf, proyek New Kuta Golf juga memberikan kontribusi dari segmen bisnis real estat sebesar Rp 68,3 miliar, segmen restoran sebesar Rp 19 miliar, dan segmen lainnya sebesar Rp 12 miliar.

Di sisi lain, proyek Sentul Golf Utama mencatatkan penurunan kontribusi pendapatan yang cukup signifikan. Kontribusinya hanya sebesar Rp 33 miliar, atau anjlok 68,4% yoy dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

GOLF menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh adanya transformasi kawasan melalui pengembangan Sequoia Hills seluas 76 hektar yang merupakan hasil Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Trinitiland.

Dalam skema KSO ini, perseroan membukukan nilai pokok tanah sebagai pendapatan pada setiap serah terima unit. Sementara itu, potensi keuntungan lanjutan akan diperoleh melalui mekanisme bagi hasil sebesar 50% pada tahap berikutnya.

Gandeng PPK Kemayoran, DMS Propertindo Bakal Kelola Kawasan Golf Bandar Kemayoran

Pada tahun 2025, GOLF telah memulai serah terima cluster pertama, yaitu Leroy, dengan pengakuan pendapatan sebesar Rp 11 miliar.

Sebagai perbandingan, pendapatan real estat di Sentul pada tahun 2024 sebesar Rp 67,8 miliar berasal dari pengakuan sebagian pendapatan atas kontrak penjualan lahan seluas 19 hektar kepada Trinitiland dengan nilai Rp 150 miliar.

“Hingga 31 Desember 2025, total pendapatan yang telah diakui dari transaksi tersebut mencapai Rp 112,5 miliar, dengan sisa Rp 37,5 miliar yang belum diakui sebagai pendapatan. Penjualan lahan ini tidak termasuk dalam skema KSO Sequoia Hills,” ungkapnya.

GOLF Chart by TradingView

Dari sisi bottom line, laba bersih perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 51,8 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 23,3% yoy dibandingkan dengan laba bersih pada tahun 2024 yang mencapai Rp 67,5 miliar.

Kenaikan beban operasional GOLF terutama dipengaruhi oleh pengakuan biaya marketing penjualan yang sejalan dengan dimulainya pengakuan pendapatan dari serah terima real estat.

Sepanjang tahun 2025, perseroan merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 202,5 miliar yang terutama dialokasikan untuk pengembangan kawasan New Kuta Golf.

Pada Oktober 2025, perseroan juga memulai pembangunan proyek Banyan Tree Pecatu Bali Hotel yang akan dikelola oleh Banyan Tree. Berlokasi di tebing yang menghadap Samudra Hindia, GOLF menargetkan proyek baru ini dapat memperkuat daya tarik kawasan sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income).

Kinerja Menurun, Begini Rencana ABM Investama (ABMM) untuk Hadapi 2026

“Ke depannya, fokus utama kami adalah mempercepat serah terima unit yang telah terjual, menjaga kualitas operasional lapangan golf, serta mengoptimalkan kontribusi dari fasilitas baru,” kata Dwi.

Pada tahun 2026, perseroan akan melanjutkan pengembangan kawasan secara terintegrasi yang menggabungkan golf, hospitality, dan fasilitas pendukung lainnya yang didukung oleh pengembangan properti di Bali, Sentul, dan Belitung.

Perseroan juga berencana menghadirkan sejumlah fasilitas baru, antara lain pusat hiburan golf berkonsep hybrid driving range, wedding venue, serta area komersial, yang dirancang untuk menjangkau segmen pengunjung yang lebih luas.

Di Belitung, GOLF juga akan mengembangkan fasilitas seperti Laskar Pelangi Beach Food Plaza dan Black Rocks Camping Ground untuk mendorong aktivitas di kawasan Black Rocks Golf & Leisure.

Manajemen GOLF berharap, dengan pengembangan yang terus berjalan, aktivitas dan kunjungan di kawasan akan meningkat seiring dengan berkembangnya kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan.</

Ringkasan

PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 8,9% menjadi Rp 215,5 miliar pada tahun 2025, terutama didorong oleh kontribusi signifikan dari proyek New Kuta Golf yang mencapai Rp 182,3 miliar. Peningkatan ini didukung oleh inisiatif peningkatan kualitas lapangan dan penambahan fasilitas pendukung. Namun, kontribusi dari proyek Sentul Golf Utama mengalami penurunan akibat transformasi kawasan menjadi Sequoia Hills.

Meskipun pendapatan meningkat, laba bersih GOLF mengalami penurunan sebesar 23,3% menjadi Rp 51,8 miliar akibat kenaikan beban operasional, terutama biaya marketing penjualan terkait serah terima real estat. Perusahaan merealisasikan belanja modal sebesar Rp 202,5 miliar untuk pengembangan New Kuta Golf dan memulai pembangunan Banyan Tree Pecatu Bali Hotel. Fokus perusahaan kedepannya adalah mempercepat serah terima unit, menjaga kualitas operasional lapangan golf, serta mengoptimalkan kontribusi dari fasilitas baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *