Shoesmart.co.id JAKARTA. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap aset kripto terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Di balik pertumbuhan ini, generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, tampil sebagai kekuatan pendorong utama adopsi aset digital di Tanah Air.
Laporan “Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025” mengungkapkan bahwa 93% responden familiar dengan aset kripto. Lebih dari separuh dari angka tersebut adalah Gen Z yang aktif menjadikan kripto sebagai topik perbincangan sehari-hari, baik di media digital maupun dalam komunitas online. Fenomena ini semakin mengukuhkan peran sentral generasi muda dalam memajukan ekosistem kripto di Indonesia.
Saham Melejit 203% Usai IPO, BSA Logistics (WBSA) Segera Akuisisi dan Kebut Ekspansi
Indriana, Business Development & Research Lead Tokocrypto, menyoroti perbedaan karakteristik Gen Z dibandingkan generasi sebelumnya dalam berinvestasi kripto. Menurutnya, Gen Z cenderung lebih aktif dan memiliki toleransi risiko (risk appetite) yang lebih tinggi. Mereka juga lebih cepat dalam mengambil keputusan, terutama saat melihat peluang yang muncul dari tren pasar.
“Namun, ada perkembangan positif yang patut dicatat. Literasi keuangan mereka semakin meningkat, terlihat dari bagaimana mereka mulai melakukan diversifikasi aset dan menerapkan strategi pengelolaan portofolio yang lebih matang,” jelas Indriana dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Data internal Tokocrypto menunjukkan bahwa investor berusia 18-24 tahun mencapai 26,9%, sementara kelompok usia 25-30 tahun menyumbang 35,1%. Ini berarti, lebih dari 60% pengguna platform Tokocrypto didominasi oleh generasi muda. Bukan hanya menjadi mayoritas, Gen Z juga tercatat sebagai segmen dengan aktivitas transaksi tertinggi di platform tersebut.
Rata-rata nilai deposit mereka berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 500.000, menunjukkan pola investasi yang konsisten, meskipun dengan nominal yang relatif terjangkau. Selain itu, Gen Z juga mendominasi kategori first trader, yaitu pengguna yang baru pertama kali melakukan trading di platform. Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era digital (digital native), mereka cenderung mengandalkan media sosial, komunitas, dan influencer dalam mengambil keputusan investasi.
Tokocrypto berupaya untuk terus meningkatkan literasi keuangan para investor muda ini. Selain edukasi, platform ini juga menghadirkan fitur-fitur pendukung seperti Dollar Cost Averaging (DCA), staking, dan convert, yang dirancang untuk membantu pengguna membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih disiplin. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi perilaku spekulatif dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih terukur.
Indo Tambangraya Megah (ITMG) Bersiap Bagi Dividen US$ 115 Juta
Fenomena dominasi Gen Z dalam adopsi kripto tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tren global. Studi dari Protocol Theory menunjukkan bahwa generasi muda di Amerika Serikat memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap kripto dibandingkan institusi keuangan tradisional. Sebanyak 22% Gen Z lebih percaya pada kripto dalam menjaga aset mereka, dibandingkan dengan hanya 13% pada Gen X dan 5% pada baby boomers. Preferensi ini didorong oleh kebutuhan akan kontrol, transparansi, dan akses yang lebih mudah terhadap aset digital.
Ringkasan
Gen Z dan milenial menjadi pendorong utama adopsi kripto di Indonesia, dengan Gen Z mendominasi perbincangan tentang aset digital. Indriana dari Tokocrypto menyatakan bahwa Gen Z lebih aktif, memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi, dan lebih cepat dalam mengambil keputusan investasi. Data Tokocrypto menunjukkan bahwa investor berusia 18-24 tahun mencapai 26,9%, sementara kelompok usia 25-30 tahun menyumbang 35,1% dari pengguna platform.
Gen Z mendominasi kategori first trader dan mengandalkan media sosial serta influencer dalam mengambil keputusan investasi. Tokocrypto berupaya meningkatkan literasi keuangan investor muda melalui edukasi dan fitur pendukung seperti Dollar Cost Averaging (DCA). Dominasi Gen Z dalam adopsi kripto juga menjadi tren global, didorong oleh kebutuhan akan kontrol, transparansi, dan akses yang lebih mudah terhadap aset digital.