GEMS: Potensi Kinerja Membaik, Ini Rekomendasi Sahamnya!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) memiliki prospek cerah untuk memulihkan kinerja keuangannya pada tahun 2026, seiring dengan sinyal positif dari pasar batu bara yang semakin membaik.

Kinerja keuangan GEMS memang menunjukkan penurunan di tahun 2025. Laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan pendapatan usaha sebesar 11,07% year on year (yoy), menjadi US$ 2,41 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 2,71 miliar.

Terjadi pergeseran signifikan dalam komposisi pendapatan usaha GEMS berdasarkan area penjualan. Pada tahun 2024, penjualan luar negeri mendominasi dengan nilai US$ 1,77 miliar. Namun, angka ini menyusut drastis menjadi US$ 855,20 juta di tahun 2025. Sebaliknya, penjualan dalam negeri GEMS justru mengalami peningkatan, dari US$ 931,14 juta pada 2024 menjadi US$ 1,56 miliar pada 2025.

Penurunan juga terjadi pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, terkoreksi sebesar 45,50% yoy dari US$ 473,81 juta pada 2024 menjadi US$ 258,23 juta pada 2025.

Cek Prospek dan Rekomendasi Saham Ancol (PJAA) Selama Momentum Libur Lebaran 2026

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat adanya angin segar bagi GEMS di tahun 2026. Menurutnya, perbaikan harga batu bara global yang kini berada di kisaran US$ 130 per ton akan menjadi katalis positif bagi kelangsungan bisnis GEMS. Pemulihan harga komoditas ini diprediksi akan mendongkrak harga jual rata-rata (average selling price/ASP) GEMS, sekaligus meningkatkan margin laba perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinar Mas ini.

Untuk memaksimalkan momentum tersebut, GEMS perlu mengoptimalkan kapasitas produksi batu baranya agar volume penjualan tetap terjaga sepanjang tahun. Selain itu, alokasi dana belanja modal (capital expenditure/capex) secara agresif dan tepat sasaran juga menjadi kunci.

“Capex GEMS harus benar-benar dimanfaatkan untuk investasi strategis, seperti membuka lahan tambang baru dan melakukan perbaikan peralatan,” tegas Nafan, Rabu (4/3).

Lebih lanjut, Nafan melihat peluang bagi GEMS untuk meningkatkan kinerja penjualan batu bara di pasar ekspor. India, menurutnya, menjadi pasar potensial yang dapat dimaksimalkan oleh GEMS, mengingat permintaan batu bara dari negara tersebut diperkirakan akan meningkat pada kuartal II-2026.

“India perlu membeli dan menyimpan stok batu bara untuk mengantisipasi kebutuhan musim panas, sehingga krisis listrik dapat dihindari,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan, India merupakan negara tujuan ekspor batu bara terbesar kedua bagi GEMS pada tahun 2025, dengan nilai mencapai US$ 153,50 juta. Sementara itu, mayoritas penjualan ekspor batu bara GEMS masih ditujukan ke China, dengan nilai US$ 1,21 miliar.

Namun, GEMS juga perlu mewaspadai potensi tantangan berupa kenaikan biaya pengiriman batu bara melalui angkutan kapal. Konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu arus lalu lintas logistik energi, terutama di Selat Hormuz. Dampak blokade Selat Hormuz dapat merambat ke seluruh ekosistem angkutan logistik global.

“Konflik geopolitik berpotensi meningkatkan biaya logistik akibat disrupsi rantai pasok,” jelas Nafan.

Nafan merekomendasikan “add” untuk saham GEMS, dengan target harga di level Rp 8.850 per saham.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyarankan investor untuk “wait and see” saham GEMS, dengan support di level Rp 8.250 per saham dan resistance di level Rp 8.500 per saham.

Menilik Kepemilikan Saham Emiten Konglomerasi usai BEI Buka Data Hingga 1%

Ringkasan

Kinerja keuangan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan di tahun 2025, dengan penurunan pendapatan usaha dan laba bersih yang signifikan. Penurunan ini disebabkan oleh pergeseran komposisi pendapatan usaha, dimana penjualan luar negeri menurun drastis sementara penjualan dalam negeri meningkat. Meskipun demikian, prospek GEMS di tahun 2026 dinilai positif seiring perbaikan harga batu bara global.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan “add” untuk saham GEMS dengan target harga Rp 8.850 per saham, melihat peluang peningkatan kinerja penjualan batu bara di pasar ekspor, khususnya India. Untuk memaksimalkan momentum, GEMS perlu mengoptimalkan kapasitas produksi dan melakukan investasi strategis. Sementara itu, Analis MNC Sekuritas menyarankan “wait and see” saham GEMS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *