FOLK: Pemilik Lama Jual Saham Multi Garam di Harga Rp 75

Shoesmart.co.id JAKARTA. Struktur kepemilikan saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengalami perubahan signifikan. Dinamika ini terjadi seiring masuknya investor baru bernama Djoni ke dalam jajaran pemegang saham emiten yang bergerak di bidang holding dan aktivitas konsultasi manajemen tersebut.

Djoni kini tercatat memiliki saham FOLK sebanyak 5,09%, yang setara dengan 201 juta lembar saham. Angka ini menunjukkan peningkatan kepemilikan Djoni sebesar 7,54 juta saham, dari porsi sebelumnya yang hanya 4,09% atau sebanyak 193,459 juta saham. Kedatangan Djoni memberikan angin segar bagi PT Multi Garam Utama Tbk, menandai adanya kepercayaan baru dari investor.

Di sisi lain, perubahan kepemilikan ini juga melibatkan pengurangan porsi oleh salah satu pemegang saham lama, yaitu Sumber Garam Pratama. Kepemilikan Sumber Garam Pratama menyusut menjadi 24,57% atau setara dengan 970,07 juta saham. Angka ini lebih rendah dari kepemilikan sebelumnya yang mencapai 28,57% atau sebanyak 1,13 miliar saham.

Aksi jual pertama oleh Sumber Garam Pratama dilakukan pada 8 Januari 2025, dengan melepas sebanyak 157,93 juta saham FOLK. Transaksi tersebut dieksekusi pada harga jual saham FOLK Rp 75 per saham, sehingga total nilai transaksi yang berhasil dicatatkan Sumber Garam Pratama mencapai Rp 11,84 miliar.

Tidak berhenti di situ, Sumber Garam Pratama kembali melanjutkan divestasi sahamnya. Transaksi lanjutan ini terjadi pada 13 Januari 2026, dan dilakukan dalam dua tahap berbeda. Pertama, divestasi sebanyak 25,66 juta saham dilakukan pada harga saham Rp 75 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 1,92 miliar. Kemudian, pada tanggal yang sama, penjualan kedua melibatkan pelepasan 41,08 juta saham dengan harga lebih tinggi, yaitu Rp 80 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 3,29 miliar.

Secara akumulatif, total penjualan saham yang dilakukan Sumber Garam Pratama pada 13 Januari 2026 mencapai 66,74 juta saham, dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 5,21 miliar. Efek dari serangkaian divestasi yang berlangsung pada tanggal tersebut, kepemilikan Sumber Garam Pratama atas saham FOLK semakin berkurang menjadi 22,88% atau setara dengan 903,33 juta saham.

Dengan demikian, total penjualan saham yang dilakukan oleh Sumber Garam Pratama sejak 8 Januari 2025 (termasuk penjualan pada 13 Januari 2026) tercatat sebesar 5,69% dari total kepemilikan awalnya. Dari seluruh transaksi tersebut, Sumber Garam Pratama berhasil meraup dana segar senilai Rp 17,05 miliar. Dinamika transaksi saham ini memberikan gambaran jelas mengenai pergerakan kepemilikan di PT Multi Garam Utama Tbk.

Menariknya, di tengah fluktuasi kepemilikan ini, saham FOLK ditutup pada harga Rp 1.000 per saham pada Kamis (15/1/2026), menunjukkan penurunan sebesar 6,98% dari hari sebelumnya. Meskipun demikian, dalam rentang lima hari terakhir, kinerja saham FOLK justru melonjak signifikan hingga 45,99%, menandakan adanya gejolak pasar yang menarik perhatian investor.

Ringkasan

Struktur kepemilikan saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengalami perubahan, ditandai dengan masuknya investor Djoni yang kini memiliki 5,09% saham. Sumber Garam Pratama, salah satu pemegang saham lama, mengurangi porsinya dengan menjual 157,93 juta saham FOLK pada 8 Januari 2025 seharga Rp 75 per saham, menghasilkan Rp 11,84 miliar. Aksi jual ini merupakan bagian dari divestasi Sumber Garam Pratama.

Sumber Garam Pratama melanjutkan divestasi pada 13 Januari 2026 dengan menjual tambahan 66,74 juta saham pada harga Rp 75 dan Rp 80 per saham, senilai total Rp 5,21 miliar. Secara akumulatif, Sumber Garam Pratama berhasil mengumpulkan Rp 17,05 miliar dari penjualan saham, menurunkan kepemilikannya menjadi 22,88%. Meskipun saham FOLK ditutup turun 6,98% pada 15 Januari 2026, kinerjanya melonjak 45,99% dalam lima hari terakhir, ditutup pada Rp 1.000 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *