ERAA Incar Kinerja Positif di Imlek & Ramadan: Strategi Jitu!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perayaan Tahun Baru Imlek dan kedatangan bulan Ramadan yang akan tiba dalam beberapa pekan mendatang, diprediksi menjadi angin segar bagi kinerja emiten di sektor ritel, salah satunya adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Amelia Allen, Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group, menyampaikan bahwa periode Imlek dan Ramadan merupakan momentum musiman yang penting bagi aktivitas bisnis ERAA. Kedua momen ini secara historis mendorong peningkatan kebutuhan konsumsi yang berkaitan dengan kebersamaan dan aktivitas keluarga.

Kondisi ini memberikan kontribusi positif terhadap kinerja di berbagai lini usaha perusahaan, mulai dari segmen digital, active lifestyle, hingga F&B (makanan dan minuman) dan groceries (kebutuhan sehari-hari). Dengan kata lain, Imlek dan Ramadan menjadi katalisator peningkatan penjualan bagi Erajaya.

Pasar Saham Siap Terangkat Faktor Musiman, Sektor Ritel & Transportasi Diuntungkan

“Kedekatan momentum Imlek dengan awal Ramadan tahun ini turut membentuk pola belanja yang lebih berkesinambungan,” ungkap Amelia kepada Kontan, Jumat (13/2/2026). Ia menambahkan bahwa aktivitas konsumsi tidak lantas mereda setelah perayaan Imlek, melainkan berlanjut hingga periode Ramadan.

Situasi ini menciptakan peluang permintaan yang lebih panjang dan berpotensi mendukung pertumbuhan kinerja penjualan perusahaan secara keseluruhan. Dengan demikian, Erajaya Swasembada melihat potensi peningkatan pendapatan yang signifikan dari dua momentum penting ini.

“Secara historis, periode perayaan seperti Imlek serta Ramadan dan Idul Fitri merupakan musim penjualan yang kuat bagi industri ritel, termasuk ERAA,” jelas Amelia, menegaskan kembali pentingnya kedua momen tersebut bagi bisnis perusahaan.

Lebih lanjut, Amelia menjelaskan bahwa momentum Imlek biasanya mendorong peningkatan permintaan pada produk hadiah dan produk gaya hidup. Sementara itu, Ramadan dan Idul Fitri secara konsisten menjadi periode dengan lonjakan konsumsi yang lebih luas, didukung oleh tradisi berbagi, kebutuhan mudik, serta pencairan tunjangan hari raya (THR).

Besaran kenaikan penjualan memang dapat bervariasi setiap tahun, tergantung pada kondisi ekonomi, tren produk, serta intensitas program promosi yang dijalankan. Namun, secara umum, ERAA melihat adanya peningkatan musiman yang konsisten dibandingkan periode normal, baik pada momentum Imlek maupun Ramadan. Oleh karena itu, kedua periode ini selalu menjadi fokus utama dalam strategi penjualan tahunan perusahaan.

Segmen yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan kuat meliputi produk smartphone, wearable (perangkat yang dapat dikenakan), aksesoris, serta perangkat pendukung gaya hidup digital. Hal ini disebabkan konsumen kerap memanfaatkan momentum perayaan untuk melakukan upgrade perangkat atau membeli hadiah bagi keluarga dan kerabat.

Bursa Saham Asia Awal Pekan, Kospi & Nikkei Bisa Menguat di Tengah Sentimen Global

Untuk menarik minat beli konsumen, Erajaya Swasembada biasanya menawarkan program bundling, cicilan, dan penawaran nilai tambah pada kategori produk tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan insentif kepada konsumen agar berbelanja selama periode perayaan.

Selain itu, segmen food & beverages dan groceries juga diprediksi mencatat pertumbuhan positif, terutama menjelang Imlek dan Ramadan. Permintaan hampers (bingkisan) dan produk konsumsi meningkat seiring dengan tradisi berbagi hadiah kepada keluarga, teman, dan relasi bisnis saat Imlek, serta kebiasaan berbagi bingkisan dan kebutuhan konsumsi untuk berbuka puasa selama Ramadan.

“Kombinasi faktor budaya dan musiman ini menjadikan kategori F&B sebagai salah satu pendorong penjualan penting pada periode festive (perayaan),” terangnya, menekankan sinergi antara tradisi dan peluang bisnis.

Untuk memaksimalkan momentum Imlek dan Ramadan, ERAA menerapkan pendekatan yang terukur dengan memastikan portofolio produk dan layanan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen selama periode musiman. Hal ini dilakukan melalui pengembangan variasi produk, misalnya hampers atau gift set dari merek F&B maupun groceries yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan pemberian hadiah (gifting) di momentum ini.

Sejalan dengan itu, program promosi dijalankan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta daya beli masyarakat, tanpa mengesampingkan prinsip pengelolaan bisnis yang sehat. Dari sisi operasional, fokus diarahkan pada kesiapan jaringan dan ketersediaan produk, penguatan integrasi kanal offline dan online, serta peningkatan efisiensi proses untuk memastikan pengalaman pelanggan tetap konsisten dan optimal di tengah peningkatan aktivitas.

Momen Imlek dan Ramadan Bawa Berkah ke Emiten Ritel, Ini Pilihan Sahamnya

“Melalui pendekatan ini, ERAA tidak hanya mengoptimalkan peluang jangka pendek selama Ramadan dan Lebaran, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka menengah dan panjang,” pungkasnya, menyimpulkan strategi perusahaan dalam memanfaatkan momentum musiman untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Ringkasan

Erajaya Swasembada (ERAA) menargetkan kinerja positif pada perayaan Imlek dan bulan Ramadan. Kedua momentum musiman ini diprediksi akan meningkatkan aktivitas bisnis perusahaan, terutama pada segmen digital, active lifestyle, F&B, dan groceries. ERAA melihat adanya peluang peningkatan pendapatan yang signifikan dari kedua momentum penting ini.

ERAA menerapkan strategi dengan memastikan portofolio produk dan layanan relevan dengan kebutuhan konsumen selama periode musiman. Perusahaan menawarkan program bundling, cicilan, dan penawaran nilai tambah, serta fokus pada kesiapan jaringan dan ketersediaan produk. Tujuannya adalah mengoptimalkan peluang jangka pendek dan memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *