ENRG Terancam: Fluktuasi Harga Minyak Bayangi Kinerja 2026?

Shoesmart.co.id – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menunjukkan kinerja cemerlang sepanjang periode Januari hingga September 2025. Dengan serangkaian ekspansi yang tengah dijalankan, perseroan diproyeksikan akan terus mencetak performa positif di masa mendatang sebagai katalis pendorong utama pertumbuhan.

Hingga kuartal III 2025, ENRG berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 361 juta, sebuah peningkatan signifikan sebesar 13% secara year on year (yoy). Tidak hanya itu, laba bersih perseroan juga ikut tumbuh 9% yoy, mencapai US$ 56 juta, menegaskan posisi keuangan yang solid.

Abida Massi Armand, seorang analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menyoroti beberapa sentimen utama yang akan memengaruhi kinerja ENRG pada tahun 2026. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah terkait kedaulatan energi nasional, yang secara aktif mendorong peningkatan produksi minyak dan gas (migas) domestik. Kebijakan ini diharapkan akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi para produsen hulu migas.

Lebih lanjut, Abida mengingatkan investor untuk senantiasa mencermati pergerakan harga komoditas global dan fluktuasi nilai tukar Rupiah, mengingat sensitivitas laba perusahaan yang signifikan terhadap perubahan harga minyak dunia. Ia memperkirakan harga minyak Brent akan berada di kisaran US$ 56 hingga US$ 58 per barel pada awal tahun 2026, sebagian besar disebabkan oleh kondisi surplus pasokan. Selain itu, antusiasme pasar terhadap langkah ekspansi anorganik perusahaan serta potensi pelonggaran suku bunga domestik juga dipandang sebagai katalis tambahan yang memperkuat daya tarik investasi di sektor energi pada periode tersebut.

Kinerja Medco Energi (MEDC) Diperkirakan Tetap Solid, Simak Rekomendasi Sahamnya

Dari sudut pandang operasional, Sukarno Alatas, Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengapresiasi upaya perseroan dalam menata ulang portofolio untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik. Langkah strategis pelepasan 50% saham di Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Gebang kepada Japan Petroleum Exploration Co. Ltd (JAPEX) telah membentuk usaha patungan yang setara. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas pendanaan ENRG tetapi juga meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek.

Di saat yang sama, ENRG juga mengonsolidasikan kendali penuh atas PSC Kangean, yang pada semester pertama tahun 2025 menyumbang sekitar 21,8% dari total produksi minyak dan sekitar 17,5% dari pendapatan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Pergeseran ini menghasilkan profil risiko-imbal hasil yang lebih seimbang dan menjanjikan bagi perusahaan.

Dalam risetnya tertanggal 17 Desember 2025, Sukarno menjelaskan bahwa ENRG telah menetapkan Anggaran Belanja Modal (Capex) sebesar US$ 200 juta untuk tahun 2026. Anggaran ini merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang perseroan senilai US$ 1,4 miliar yang dialokasikan untuk periode 2025-2035. Dana tersebut akan difokuskan pada kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan pemeliharaan guna menjaga keberlanjutan produksi.

Sementara itu, Juan Harahap, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, menyoroti ekspansi besar di Production Sharing Contract (PSC) Bentu, Riau, sebagai penopang pertumbuhan jangka panjang perseroan. Kunjungan lapangan baru-baru ini ke aset gas terbesar ENRG di Bentu, Pekanbaru, Riau, memberikan wawasan berharga mengenai kemajuan operasional perusahaan dan tujuan ekspansi jangka panjangnya.

Selama kunjungan tersebut, Samuel Sekuritas meninjau fasilitas-fasilitas krusial seperti Pabrik Gas Segat 1 & 2, lokasi pengeboran pengembangan Sumur North Segat 16, Kompresor Booster di Pabrik Gas Segat, dan Fasilitas Pengolahan Kondensat Dalam North Segat yang sedang dalam tahap konstruksi. Seluruh komponen ini terintegrasi secara strategis untuk mendukung visi pertumbuhan ENRG.

Selain itu, ENRG juga tengah menggarap beberapa fasilitas lain, termasuk lapangan Central East Napuh (CEN) dan Pabrik Kondensat North Segat. Proyek-proyek ini tidak hanya mendukung rencana ekspansi jangka panjang, tetapi juga berpotensi meningkatkan produksi jangka pendek menjadi 86–90 MMscfd pada tahun 2026, dari angka saat ini 78 MMscfd, dibantu oleh kegiatan pengeboran yang berkelanjutan.

“ENRG baru-baru ini mengumumkan penemuan gas signifikan dengan Absolute Open Flow (AOF) sebesar 120 MMSCFD pada tahun 2027 di Formasi Tacipi di Walanga Timur (sumur eksplorasi EWL-1), yang terletak di dalam Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Sengkang di Sulawesi Selatan,” ungkap Juan dalam risetnya pada 16 Desember 2025.

Berdasarkan analisisnya, Juan memproyeksikan pendapatan ENRG pada tahun 2025 dapat mencapai US$ 505 juta dengan laba bersih US$ 82 juta. Untuk tahun 2026, ia memperkirakan pendapatan akan meningkat menjadi US$ 522 juta dan laba bersih mencapai US$ 95 juta. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, ENRG mencatatkan pendapatan sebesar US$ 467 juta dan laba bersih US$ 75 juta.

Melihat prospek cerah ini, Sukarno, Juan, dan Abida secara kolektif merekomendasikan Buy untuk saham ENRG. Mereka menetapkan target harga masing-masing sebesar Rp 1.720 per saham, Rp 2.300 per saham, dan Rp 1.710 per saham, mencerminkan kepercayaan kuat terhadap potensi pertumbuhan perusahaan.

Rally Saham Konglomerat Mulai Terbatas, Investor Incar Saham Undervalued

Ringkasan

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat kinerja positif hingga kuartal III 2025 dengan pendapatan US$ 361 juta, naik 13% secara year on year (yoy), dan laba bersih US$ 56 juta, tumbuh 9% yoy. Prospek pertumbuhan didorong ekspansi perseroan dan kebijakan pemerintah yang mendukung produksi migas domestik. Namun, sentimen fluktuasi harga minyak global, yang diperkirakan US$ 56-58 per barel pada awal 2026 karena surplus pasokan, menjadi perhatian.

Secara operasional, ENRG menata ulang portofolio, termasuk usaha patungan di PSC Gebang dan konsolidasi PSC Kangean, serta menganggarkan belanja modal US$ 200 juta untuk tahun 2026. Ekspansi di PSC Bentu dan penemuan gas signifikan di PSC Sengkang turut menopang target peningkatan produksi jangka pendek dan panjang. Berdasarkan prospek ini, para analis merekomendasikan “Buy” untuk saham ENRG dengan target harga optimistis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *