ENRG Anjlok? Analis Justru Rekomendasi Buy, Target Harga Tertinggi!

Shoesmart.co.id Jakarta. Harga saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengalami koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kendati demikian, para analis meyakini bahwa saham emiten migas ini masih menyimpan potensi kenaikan signifikan, bahkan berpeluang menembus rekor baru pada tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Kamis (26 Maret 2026), saham ENRG berada di level Rp 1.435, terkoreksi 50 poin atau 3,37% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah saham ENRG sempat menyentuh angka Rp 2.200 pada 2 Maret 2026.

Temuan Cadangan Minyak Sebagai Katalis Positif

Prospek saham ENRG tetap menarik seiring dengan ditemukannya cadangan minyak baru, yang berpotensi memperkuat portofolio aset hulu migas perusahaan.

Anak usaha ENRG, PT EMP Tunas Energi, berhasil menemukan sumber minyak dari sumur eksplorasi Cenako-1 Twin di blok South CPP, Riau.

Pengeboran yang dilakukan hingga kedalaman 2.475 kaki (754 meter) tersebut, diperkirakan memiliki kandungan minyak mencapai 15,6 juta barel (original oil in place).

Manajemen ENRG berencana untuk melanjutkan eksplorasi guna mengonversi temuan ini menjadi cadangan terbukti, serta melakukan pengeboran tambahan dengan potensi produksi sekitar 500 barel per hari.

Namun, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, berpendapat bahwa dampak finansial dari temuan ini belum akan terasa signifikan dalam jangka pendek. “Temuan ini masih dalam tahap awal eksplorasi sehingga belum akan langsung berkontribusi terhadap kinerja tahun 2026,” jelasnya.

IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (27/3)

Potensi Tambahan dari Blok Malacca Strait

Sebelumnya, ENRG juga telah menemukan cadangan minyak di wilayah kerja Malacca Strait, yang diperkirakan memiliki potensi sekitar 31 juta barel.

Pengembangan area tersebut diperkirakan mampu meningkatkan produksi sebesar 1.000–1.500 barel per hari. Bahkan, hasil interpretasi seismik menunjukkan potensi tambahan lebih dari 76 juta barel.

Temuan-temuan ini semakin memperkuat prospek jangka panjang ENRG, terutama dalam hal meningkatkan cadangan dan produksi migas perusahaan.

Harga Minyak dan Produksi Jadi Penopang

Kinerja ENRG pada tahun 2026 diprediksi akan mendapatkan dukungan dari kenaikan harga minyak global.

Perusahaan memproyeksikan:

– Harga jual rata-rata (ASP) minyak: US$ 86,6 per barel (naik dari US$ 69,2 di tahun 2025)
– Harga jual rata-rata (ASP) gas: US$ 6,48 per mmbtu

Dari sisi operasional, perusahaan menargetkan:

– Produksi gas: 238,7 mmscfd
– Produksi minyak: 9.092 bopd
– Pertumbuhan produksi: sekitar 10% year-on-year (YoY)

Dengan dukungan harga dan volume produksi, pendapatan ENRG diproyeksikan mencapai US$ 592 juta, atau tumbuh 19% YoY.

Intip Rekomendasi Saham Emiten Grup Triputra, Bedah Prospeknya di 2026

Kinerja Tahun 2025 Tumbuh Solid

Secara historis, ENRG telah menunjukkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025:

– Pendapatan: US$ 498,13 juta (naik 7% YoY)
– EBITDA: US$ 309,71 juta (naik 11% YoY)
– Laba bersih: US$ 91,53 juta (naik 21% YoY)

Untuk tahun 2026, laba bersih perusahaan diperkirakan akan kembali meningkat ke kisaran US$ 95 juta.

Rekomendasi Analis: Buy

Sejumlah analis memberikan rekomendasi positif terhadap saham ENRG:

– Samuel Sekuritas: target harga Rp 2.300
– KISI: target harga Rp 1.560
– Kiwoom Sekuritas: target harga Rp 2.100

Optimisme ini didasarkan pada kombinasi beberapa faktor:

– Harga minyak global yang tinggi
– Potensi kenaikan produksi
– Tambahan cadangan baru

Tonton: BREAKING NEWS! RAPAT KABINET TRUMP BAHAS KELANGSUNGAN PERANG DI IRAN

Risiko Tetap Perlu Dicermati

Meskipun prospeknya terlihat cerah, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko yang ada, antara lain:

– Kenaikan biaya produksi (lifting cost)
– Tingginya belanja modal untuk kegiatan eksplorasi
– Fluktuasi harga minyak akibat kebijakan OPEC+
– Perlambatan ekonomi global yang dapat menekan permintaan energi

Dengan mempertimbangkan berbagai katalis positif dan risiko yang ada, saham ENRG dinilai tetap menarik untuk dicermati sebagai bagian dari strategi investasi di sektor energi.

Ringkasan

Meskipun saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengalami koreksi setelah mencapai rekor tertinggi, analis tetap merekomendasikan “Buy” dengan target harga tertinggi Rp 2.300. Optimisme ini didorong oleh penemuan cadangan minyak baru di blok South CPP dan Malacca Strait, serta proyeksi kenaikan harga minyak global dan peningkatan produksi gas dan minyak perusahaan pada tahun 2026.

ENRG juga mencatatkan kinerja positif di tahun 2025 dengan peningkatan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Namun, investor perlu mewaspadai risiko seperti kenaikan biaya produksi, belanja modal yang tinggi untuk eksplorasi, fluktuasi harga minyak akibat kebijakan OPEC+, dan perlambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi permintaan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *