
Pada perdagangan pagi Selasa (6/1/2026), harga emas menunjukkan koreksi tipis. Mengutip data Shoesmart.co.id, pukul 07.34 WIB, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari 2026 di Commodity Exchange tercatat US$ 4.450,20 per ons troi. Angka ini menandai penurunan sebesar 0,03% dibandingkan posisi sehari sebelumnya di US$ 4.451,50 per ons troi.
Menurut laporan Bloomberg, meskipun terjadi koreksi tipis, harga emas relatif stabil. Hal ini terjadi karena para investor dan pedagang kini mengalihkan perhatian mereka dari isu ketegangan geopolitik di Venezuela menuju antisipasi rilis data ekonomi Amerika Serikat yang akan datang.
Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada serangkaian data ekonomi penting dari AS. Salah satunya adalah laporan data pekerjaan untuk bulan Desember 2025 yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, dari ranah kebijakan moneter, Pejabat Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, mengemukakan bahwa suku bunga di Amerika Serikat kemungkinan besar sudah mendekati level netral. Ia menegaskan bahwa keputusan kebijakan bank sentral selanjutnya akan sepenuhnya bergantung pada data ekonomi yang masuk.
Menanggapi dinamika pasar, analis City Index Ltd, Fawad Razaqzada, melalui Bloomberg, menyatakan bahwa prospek emas untuk tahun 2026 terlihat jauh lebih seimbang. Menurut Razaqzada, faktor-faktor krusial yang akan membentuk pergerakan harga emas ke depan adalah tingkat pembelian oleh bank sentral global, arah pergerakan imbal hasil obligasi, serta sejauh mana rencana pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed.
Ringkasan
Harga emas berjangka mengalami koreksi tipis sebesar 0,03% menjadi US$ 4.450,20 per ons troi pada perdagangan pagi 6 Januari 2026. Penurunan ini terjadi seiring investor mengalihkan fokus dari ketegangan geopolitik ke antisipasi rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Perhatian utama pasar pekan ini tertuju pada laporan data pekerjaan AS untuk Desember 2025 yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat.
Seorang pejabat Federal Reserve mengindikasikan bahwa suku bunga AS kemungkinan besar mendekati level netral, dengan keputusan kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk. Analis menilai prospek emas untuk tahun 2026 tampak seimbang, di mana pergerakan harganya akan ditentukan oleh faktor-faktor seperti pembelian bank sentral global, arah imbal hasil obligasi, dan rencana pelonggaran kebijakan moneter The Fed.